Bantuan Dana CSR Diduga Disalahgunakan, Pekerjaan Jalan Tani di Desa Songing Belum Selesai
SINJAI, SULSELLIMA.COM - Pekerjaan pembangunan jalan tani yang bersumber dari bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di Desa Songing, Kabupaten Sinjai, hingga saat ini dilaporkan belum selesai dan menuai keluhan dari masyarakat setempat.
Warga menilai proyek tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Selain kondisi fisik jalan yang belum rampung, sejumlah pekerja juga disebut belum menerima hak pembayaran atas pekerjaan yang telah mereka lakukan.
Salah satu warga Desa Songing yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan bahwa kondisi pekerjaan di lapangan memang belum tuntas, baik dari sisi hamparan material maupun pembayaran tenaga kerja (HOK).
"Iya, betul itu belum selesai. Hamparannya belum tuntas, HOK-nya juga masih ada yang belum dibayarkan. Kasian para pekerja, mereka sudah kerja tapi haknya belum mereka terima," ungkap warga tersebut.
Lebih lanjut, warga juga menyoroti nama dengan inisial Muh. A yang disebut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan tersebut. Mereka berharap aparat berwenang dapat turun tangan untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan penggunaan dana dilakukan sesuai peruntukannya.
Warga tersebut juga menambahkan bahwa pada awalnya sempat ada pernyataan atau ancaman bahwa titik pekerjaan akan dipindahkan apabila tidak berjalan sesuai rencana, yang justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Kami juga sempat dengar ada ancaman bahwa titik pekerjaannya akan dipindahkan. Itu yang membuat masyarakat bingung dan khawatir, karena jalan tani ini sangat dibutuhkan oleh petani di sini," tambahnya.
Lebih lanjut, masyarakat berharap agar pihak yang bertanggung jawab segera menyelesaikan pekerjaan tersebut secara tuntas serta memenuhi kewajiban pembayaran kepada para pekerja.
Mereka juga meminta adanya transparansi terkait penggunaan dana CSR yang disebut-sebut disalurkan melalui jalur bantuan dari salah satu anggota DPR RI.
Masyarakat Desa Songing menegaskan bahwa pembangunan jalan tani sangat penting untuk menunjang aktivitas pertanian dan distribusi hasil panen. Oleh karena itu, mereka berharap persoalan ini segera mendapat perhatian serius dari pihak terkait agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat.
"Kami hanya ingin pekerjaan ini diselesaikan dengan baik, dan hak-hak pekerja dibayarkan. Itu saja harapan kami sebagai masyarakat," tutup warga.***