Derita Naya di Usia Tiga Tahun: Hidrosefalus Tak Tertangani karena Keterbatasan Biaya
SELAYAR, SULSELLIMA.COM - Seorang balita bernama Naya Cipta Renata, warga Desa Komba-Komba, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, harus berjuang melawan penyakit hidrosefalus sejak masih berusia tiga bulan. Kini, di usianya yang menginjak tiga tahun, Naya belum mendapatkan penanganan medis optimal akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Penyakit hidrosefalus yang diderita Naya menyebabkan penumpukan cairan di dalam rongga otak, kondisi yang seharusnya segera ditangani melalui tindakan medis, termasuk operasi. Namun, hingga saat ini, langkah tersebut belum dapat dilakukan.
Firman, keluarga Naya, mengungkapkan bahwa gejala penyakit itu mulai terlihat ketika Naya masih bayi. Saat itu, keluarga sempat membawa Naya ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan awal.
“Waktu itu kami sudah bawa ke puskesmas, lalu diberikan rujukan ke Rumah Sakit H. Hayyung Selayar. Di sana disarankan untuk operasi, tapi kami terkendala biaya,” ujar Firman saat di hubungi awak media.
Kondisi ekonomi keluarga menjadi hambatan utama dalam proses pengobatan. Selain belum mampu membiayai operasi, keluarga juga mengaku belum memiliki jaminan kesehatan seperti BPJS, yang seharusnya dapat membantu meringankan beban biaya pengobatan.
Naya merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Sehari-hari, keluarga hanya bisa merawatnya dengan kemampuan terbatas, tanpa pendampingan medis intensif yang dibutuhkan untuk kondisi tersebut.
Keluarga berharap adanya perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar maupun pihak terkait lainnya agar Naya bisa mendapatkan penanganan medis yang layak.
“Kami sangat berharap ada uluran tangan dari pemerintah atau pihak mana pun yang bisa membantu pengobatan Naya,” harap Firman.
Kisah Naya menjadi potret nyata masih adanya masyarakat di daerah yang kesulitan mengakses layanan kesehatan, terutama untuk penyakit serius yang membutuhkan penanganan segera. Tanpa intervensi cepat, kondisi ini berisiko semakin memburuk dan mengancam kualitas hidup sang anak.***