Hari Pertama Tes CPNS Bulukumba, Bidan Puskesmas Salassae Berhasil Meraih Nilai Tinggi Sesi I

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Hari Pertama Tes CPNS Bulukumba, Bidan Puskesmas Salassae Berhasil Meraih Nilai Tinggi Sesi I

SULSEL LIMA
Sunday, 16 February 2020
sulsellima.com Bulukumba -Pelaksanaan ujian masuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kabupaten Bulukumba mulai dilaksanakan pada hari Senin 17 Februari 2020 di Kampus II Universitas Muhammadiyah Bulukumba Kelurahan Jalanjang.
Hari pertama ujian dipantau langsung oleh Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali bersama dengan Sekretaris Daerah Andi Bau Amal dan anggota DPRD H. Saifuddin. Peserta ujian mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)
Jumlah peserta yang akan mengikuti tes CPNS sebanyak 9.429 yang akan memperebutkan 241 kuota CPNS. Menurut Ketua Panitia, Andi Ade Ariadi, ada dua formasi yang tidak ada pendaftarnya yaitu formasi dokter spesialis anak dan dokter spesialis bedah.

"Jadi formasi awal sebanyak 243, kini tinggal 241 formasi," ungkap Ade yang juga menjabat Kepala BKPSDM Bulukumba.
Untuk melaksanakan ujian tes tersebut kepada sembilan ribu lebih peserta, Ade mengungkapkan jika pelaksanaan SKD akan dilaksanakan dalam 4 hari. Setiap hari dibagi dalam 5 sesi ujian.

"Setiap sesi sebanyak 500 orang, sehingga jumlah yang mengikuti ujian per hari sebanyak 2500 peserta. Kecuali hari keempat hanya 4 sesi saja," bebernya.

Ditambahkannya, hari pertama dan hari kedua untuk ujian dari formasi tenaga kesehatan, hari ketiga formasi tenaga guru dan hari keempat diikuti oleh peserta untuk formasi tenaga teknis.

Proses Pelaksanaan Ujian.
Pelaksanaan ujian sesi pertama dilaksanakan tepat pukul 09.00 dengan menggunakan sistem Computer Assisted Tes atau CAT yang dipusatkan di aula kampus UMB. Peserta dalam mengerjakan soal diberi waktu 90 menit.

Seleksi Kompetensi Dasar terdiri dari 3 materi soal yaitu Tes
Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes
Wawasan Kebangsaan (TWK). Jumlah soal keseluruhan adalah 100 terdiri dari soal TKP 35 butir, TIU 35 butir, dan soal TWK 30 butir.

Sebelum masuk ruang ujian peserta mengambil kartu ujian, mengambil PIN peserta, dan menandatangani daftar hadir. Tidak hanya itu peserta ujian juga harus melewati dua tahap pemeriksaan tubuh untuk mengecek apakah ada peserta yang memakai unsur logam seperti, gelang, anting, cincin, dan aksesoris lainnya.

Pemeriksaan pertama oleh panitia dibantu Satpol PP dan pemeriksaan kedua sebelum masuk ruang ujian oleh polisi untuk cek fisik menggunakan detanator logam dan mengecek kecocokan peserta dengan KTP untuk menghindarinya pelaku joki.

Nilai Tertinggi Sesi I. Peserta ujian sudah bisa melihat rekapitulasi hasil ujian usai mengikuti tes di layar monitor yang disiapkan panitia pelaksana. Nilai tertinggi hasil ujian SKD sesi I diraih oleh peserta dari Desa Jojjolo, Kecamatan Bulukumpa atas nama Gusfi Alfiani dengan nilai 392. Nilai ini sudah melewati passing grade atau nilai ambang batas yang dipersyaratkan paling rendah 271.

Gusfi kelahiran 1992 sehari-harinya adalah tenaga bidan di Puskesmas Salassae. Ia alumni Akademi Kebidanan Tahira Al Baeti Bulukumba tahun 2013.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur karena bisa menyelesaikan tes ini,” singkat Gusfi.

Ia mengaku tes ujian masuk CPNS tahun 2020 ini adalah yang ke-3 kalinya ia ikuti. Usai mengikuti ujian, Gusfi pun dicari dan diselamati oleh Bupati AM Sukri Sappewali.