Tak Ada Mobil Ambulance, Jenasa Warga Kajang Terpaksa di Bonceng Pakai Motor

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Tak Ada Mobil Ambulance, Jenasa Warga Kajang Terpaksa di Bonceng Pakai Motor

SULSEL LIMA
Friday, 21 February 2020
Poto (Facebook) suasana Jenasa Warga Kajang Saat di Naikkan ke atas motor 
sulsellima.com Bulukumba -  Warga Bulukumba kembali dihebohkan dengan adanya kabar duka salah satu warga  Kecamatan kajang yang menghembuskan nafas terakhir di Puskesmas Ammatoa kajang yang tidak memiliki mobil jenazah, sehingga Almarhum terpaksa di bonceng pakai motor sampai dirumahnya.

Hasil Srenshot Ari Purnama postingan  itu ramai dibicarakan di sejumlah grup WhatsApp. Bahkan,  di grup-grup Whatsapp beredar foto Dalam gambar itu, terdapat sebuah sepeda motor dengan plat masih berwarna putih, atau biasanya digunakan untuk kendaraan baru.

Almahruma yang bernama Nining (24) menghembuskan nafas terakhir di Puskesmas Ammatoa sekitar Pukul 07:00 pada Sabtu, ( 22/02/2020).

Saat hendak mau diantar kerumahnya naasnya Puskesmas Tanah Towa tidak memiliki mobil jenazah, sehingga dia terpaksa di bonceng pakai motor sampai dirumahnya.

Ari Purnama Putra Kajang saat dihubungi oleh via WA mengatakan dia antar pakai motor sebab di Puskesmas Tanah Towa tidak memiliki mobil untuk jenazah.

“Almahrum Nining diantar kerumahnya di Dusun Bantalang Desa Patttiroang Kecamatan Kajang pakai motor setelah menhembuskan nafas terakhirnya di Puskesmas Ammatoa sebab di Puskesmas Tanah Towa tidak memiliki mobil jenazah jadi dia diantar pakai kendaraan roda dua “ungkapnya.

Dia juga menambahkan , sudah seharusnya setiap Puskesmas itu memiliki mobil Jenazah , sepantasnya Pemerintah terkait bisa melihat kondisi yang ada di Masyarakatnya.

Sementara itu, Kasubag Publikasi dan Dokumentasi Humas Pemkab Bulukumba, Andi Ayatullah, mengatakan pihak keluarga tidak mau menunggu mobil jenazah.

"Karena mobil jenazah itu stand by di Puskesmas Kajang untuk membackup 3 Kecamatan," kata Andi Ayatullah.

Saat meninggal, menurut dia pihak Puskesmas Tanah Toa langsung menelpon mobil jenazah. Namun baru di perjalanan mobil jenazah tersebut, mayat keburu balik bersama keluarganya dengan seped motor.

"Jadi petugas di Puskesmas sudah berusaha, tapi keluarga yang meninggal tidak mau mengerti," jelasnya.(Aril)