Refleksi 66 Tahun Bulukumba: Meneguhkan Pembangunan Berkarakter dan Berkelanjutan
BULUKUMBA, SULSELLIMA.COM - Kabupaten Bulukumba menapaki usia ke-66 tahun pada 4 Februari 2026 dengan semangat refleksi atas perjalanan panjang pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada penguatan karakter dan keberlanjutan.
Enam dekade lebih perjalanan Bulukumba dinilai bukan sekadar penanda usia administratif, melainkan rangkaian ikhtiar kolektif dalam membangun jati diri daerah dan kualitas sumber daya manusianya. Nilai-nilai luhur masyarakat adat Kajang, semangat kemaritiman yang mengakar kuat, serta kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi menjadi fondasi utama yang membentuk karakter Bulukumba hingga hari ini.
Momentum Hari Jadi ke-66 mengusung tema “Pembangunan Berkarakter dan Berkelanjutan”, sebuah pengingat bahwa pembangunan sejati tidak semata diukur dari kemajuan infrastruktur atau capaian ekonomi, melainkan dari terbentuknya masyarakat yang berkarakter kuat, berdaya saing, dan mampu beradaptasi secara bijak di tengah perubahan zaman yang kian cepat.
Ketua Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) Bulukumba, Saiful Alief Subarkah, menegaskan bahwa pembangunan karakter dan keberlanjutan merupakan dua pilar yang tidak dapat dipisahkan.
“Pembangunan yang berkelanjutan harus bertumpu pada karakter masyarakatnya. Media memiliki peran strategis untuk merawat nilai-nilai tersebut, mencerdaskan publik, sekaligus menjadi ruang kritik yang konstruktif,” ujarnya.
Menurut Saiful, di era digital dengan arus informasi yang begitu deras, tantangan terbesar insan media adalah menjaga integritas, etika jurnalistik, dan keberpihakan pada kepentingan publik. Hal itu penting agar pembangunan yang didorong hari ini tidak mengorbankan masa depan generasi mendatang.
Ia juga menekankan bahwa konsep keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan hidup, tetapi juga kesinambungan nilai, pengetahuan, dan tanggung jawab sosial. Bulukumba yang berkelanjutan, kata dia, adalah daerah yang mampu menyiapkan generasi muda yang berkarakter kuat, kritis, melek informasi, serta sadar akan perannya sebagai penjaga dan pewaris masa depan daerah.
Di usia ke-66 ini, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan insan media dinilai menjadi kunci untuk terus menarasikan harapan, mengawal kebijakan secara objektif, serta menumbuhkan kesadaran kolektif demi terwujudnya Bulukumba yang maju, berkarakter, dan lestari.
“Dirgahayu Kabupaten Bulukumba ke-66. Bulukumba Berkarakter, Bulukumba Berkelanjutan,” tutup Saiful.***