Meski Masa Pandemi, Bantaeng Tetap Kaya Inovasi

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Meski Masa Pandemi, Bantaeng Tetap Kaya Inovasi

SULSEL LIMA
Thursday, 12 November 2020

Makasaar, sulsellima.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng menerima penghargaan Top 30 Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Sulsel Tahun 2020 di Ball Room Hotel Claro, Kamis (12/11). 


Tidak tanggung - tanggung Bantaeng dibawah kepemimpinan Bupati Ilham Syah Azikin menyabet empat penghargaan sekaligus. Hal ini menjadi bukti jika Pemkab Bantaeng tetap produktif meski dibatasi ruang dan waktu karena Covid-19.


Ke empat inovasi itu di antaranya adalah inovasi dari Dinas Kesehatan Bantaeng yaitu Terminal Darah. Kedua, Puskesmas Sinoa atas inovasi Bendera Saskia.


Selanjutnya, ketiga, Puskesmas Ulugalung atas inovasi Relawan Dikte TBC-Kusta dan keempat, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil atas inovasi Si Cepat Pedis Mami Bendi. 


Kegiatan itu dirangkaikan dengan Pendampingan Implementasi Reformasi Birokrasi dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sakip).


Penyelenggaranya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) yang diikuti oleh Pemerintah Kabupaten Takalar, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Wajo Pinrang Enrekang dan Luwu Utara.


Acara dibuka ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani. Para inovator satu - persatu dipanggil ke panggung untuk menerima penghargaan. Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin juga perkesempatan mendampingi para inovator dalam momentum membanggakan itu.


Bupati bergelar doktor ilmu pemerintahan itu mengatakan, dirinya memberikan ucapan selamat kepada para inovator yang mendapat penghargaan. 


"Ini adalah sebuah kehormatan. Bukan hanya bagi pemerintah, tetapi untuk seluruh masyarakat Kabupaten Bantaeng," kata dia.


Bagi dia, hal ini menandakan jika Bantaeng adalah daerah yang kaya inovasi. Menurutnya, dalam kondisi ruang dan waktu yang terbatas karena Pandemi, Bantaeng tetap bisa melahirkan inovasi yang terbaik untuk Sulsel.


"Ini adalah bukti jika Bantaeng tetap produktif meski berada di masa pandemi Covid-19," jelas dia. 


Dia juga mengaku bangga dengan raihan inovasi Bendera Saskia. Inovasi yang berhasil menekan angka kematian ibu dan anak ini telah mendapat rekomendasi Kemenpan RB untuk direplikasi di daerah lain yang ada Sulsel.  


Dia menambahkan, penghargaan ini hendaknya menjadi motivasi bagi unit maupun OPD yang lainnya. Agar bisa menciptakan sesuatu yang baru dan bisa secara efektif dan efisien dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Bantaeng. 


"Kita mengharapkan inovasi yang dirasakan asas manfaatnya oleh masyarakat," kata Ketua IKPTK Sulsel itu. 


Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Hayat mengaku bangga dengan inovasi-inovasi yang ada di setiap daerah. Dia mengaku, inovasi ini bisa memberikan pelayanan publik yang maksimal. 


Dia mengatakan, kinerja perangkat daerah hendaknya bisa terukur dan transparan. Oleh karena, dana negara yang keluar harus untuk memberikan keuntungan kepada masyarakat. 


"Inilah yang harus disatukan, kepuasan dari bawahan dan kinerja untuk atasan," jelas dia.(*)