Harga Pupuk Subsidi Naik, Kadis TPHP: Ini Berlaku Nasional
-->

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Harga Pupuk Subsidi Naik, Kadis TPHP: Ini Berlaku Nasional

SULSELLIMA
Friday, 15 January 2021

Sinjai, sulsellima.com - Harga pupuk subsidi mengalami kenaikan di tahun 2021. Kenaikan ini berlaku secara nasional, bukan hanya terjadi di Kabupaten Sinjai.


Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Sinjai, Marwatiah mengatakan, kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) itu berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian nomor 49 tahun 2020 tentang alokasi dan HET pupuk bersubsidi sektor pertanian.


Dimana harga pupuk urea dari harga Rp1.800 per Kg menjadi Rp2.250 per Kg. Kemudian SP-36 dari harga Rp2.000 per Kg menjadi Rp2.400 per Kg, ZA dari harga Rp1.400 per Kg menjadi Rp1.700 per Kg.


Lalu, pupuk NPK formula khusus dari harga  Rp3.000 per Kg menjadi Rp3.300 per Kg, pupuk organik granul dari harga Rp500 per Kg menjadi 800 per Kg. Sementara organik cair dijual seharga Rp20 ribu per liter. Sementara pupuk jenis NPK tidak mengalami kenaikan dengan harga Rp2.300 per Kg.


"Jadi bukan hanya di Kabupaten Sinjai mengalami kenaikan tapi ini berlaku secara nasional berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian," bebernya, Jumat (15/1/2021).


Jumlah kuota pupuk Kabupaten Sinjai yang didistribusikan ke Kecamatan yakni, pupuk urea 8.500 ton, SP36 3.075 ton, ZA 1.995 ton, NPK1.113 ton, organik granul 555 ton dan organik cair 1.388 liter.


Sedang untuk kuota pupuk bersubsidi per kecamatan di Sinjai, diantaranya Kecamatan Bulupoddo, Urea 1023 ton, SP36 185 ton, ZA 125 ton, NPK 164 ton, Organik Granul 25 Ton, organik cair 65 liter. 


Kecamatan Sinjai Barat, Urea 2.030 ton, SP36 811 ton, ZA 302 ton, NPK 181 ton, Organik granul 386 ton, organik cair 965 liter. Kecamatan Sinjai Borong, Urea 334 ton, SP36 335 ton, ZA 146 ton, NPK 72 ton. 


Selanjutnya, Kecamatan Sinjai Selatan, Urea 1.592 ton, SP36 557 ton, ZA 376 ton, NPK 194 ton, organik granul 18 ton, organik cair 141 liter. Kecamatan Sinjai Tengah, Urea 859 ton, SP36 387 ton, ZA 264 ton, NPK 149 ton, organik granul 1 ton, organik cair 100 liter. 


Kemudian Sinjai Timur, Urea 591 ton, SP36 58 ton, ZA 177 ton, NPK 114 ton, organik granul 5 ton, organik cair 130 lite. Kecamatan Sinjai Utara, Urea 270 ton, SP36 12 ton, ZA 94 ton, NPK 69 ton, organik granul 1 ton, 30 liter. serta Tellulimpoe, Urea 1.801 ton, SP36 730 ton, ZA 361 ton, NPK 170 ton, organik granul 118 ton, organik cair 200 liter. 


"Kalau kuotanya memang sesuai dengan RDKK yang masuk, karena tugas kami hanya sampai pada membantu merencanakan dan pengadaan pupuk," tambahnya. (*)