Tanpa Banyak Bicara, Warga Bangun Jalan Patori–Tanaberu Selayar 1,5 Km Secara Swadaya
SELAYAR, SULSELLIMA.COM - Semangat gotong royong kembali menunjukkan kekuatannya. Memasuki hari ketiga kerja bakti, warga Dusun Patori bersama para pemuda perantauan terus melanjutkan pembangunan jalan penghubung menuju Tanaberu sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer, dengan mengandalkan tenaga dan swadaya masyarakat.
Kegiatan ini menjadi potret nyata kebersamaan lintas generasi. Sejak dimulai beberapa hari lalu, progres pengerjaan jalan menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Warga dari berbagai kalangan tanpa terkecuali turut ambil bagian—mulai dari anak-anak, orang tua, hingga perempuan—semuanya turun langsung bekerja bakti demi memperbaiki akses jalan yang selama ini menjadi kebutuhan vital.
Muhlas, salah satu pemuda Dusun Patori yang saat ini berada di perantauan, menegaskan komitmen mereka untuk menyelesaikan pembangunan tersebut hingga tuntas.
“Pokoknya kita kerjakan sampai selesai semua. Alhamdulillah, sekarang donatur semakin banyak yang menyumbang untuk pengerjaan jalan ini. Bukan hanya dari PASGAS, tapi sudah meluas ke perantau lainnya. Bahkan dusun atau desa tetangga yang juga dilalui jalan ini mulai ikut mengumpulkan donatur,” ujarnya.
Menurut Muhlas, derasnya dukungan yang datang mencerminkan kuatnya rasa kepedulian sosial, khususnya dari para perantau yang tetap terikat dengan kampung halaman mereka.
Hal senada disampaikan Wawan, pemuda perantauan lainnya. Ia menyebut keterlibatan masyarakat menjadi sumber kebahagiaan sekaligus motivasi bagi mereka yang berada jauh dari kampung.
“Ini kebahagiaan tersendiri bagi kami di perantauan. Orang tua kami di kampung menyambut ini dengan penuh haru. Itu yang kemudian menjadi semangat bagi mereka untuk terus bergotong royong. Dari anak-anak sampai orang tua, semua turun tangan,” tuturnya.
Pengerjaan jalan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kemampuan tenaga dan ketersediaan material yang bersumber dari sumbangan para donatur. Meski dilakukan secara sederhana, semangat kolektif yang terbangun menjadi kekuatan utama dalam mendorong percepatan pembangunan.
Sementara itu, tokoh masyarakat Dusun Patori, H. Pakka, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepedulian generasi muda di perantauan.
“Kami sebagai orang tua sangat bersyukur dan berterima kasih. Anak-anak kami tidak melupakan kampung halamannya dan mau membantu memperbaiki jalan yang sudah lama menjadi harapan masyarakat. Semoga ini menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” ungkapnya.
Warga berharap, semangat gotong royong yang terus terjaga ini dapat mempercepat penyelesaian jalan tersebut. Lebih dari itu, kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi inspirasi bahwa perubahan nyata dapat diwujudkan melalui kepedulian dan kerja bersama.***