Orang Islam Tak Menjamin Hilangnya KtP

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Orang Islam Tak Menjamin Hilangnya KtP

SULSEL LIMA
Tuesday, 12 May 2020
sulsellima.com - Kekerasan terhadap perempuan (KtP) hingga kini masih saja menjadi kasus yang tak ada habis-habisnya, bahkan meningkat setiap tahunnya.

Pendidikan, era 4.0, ilmu agama yang di miliki seseorang masih saja tak membuat kasus kekerasan perempuan hilang atau berkurang secara dominan dan bahkan semakin mengerikan.
Data WHO, satu dari tiga perempuan di dunia mengalami kekerasan, bahkan di negara maju tingkat kekerasan perempuan mencapai 25%.

Lalu, bagaimana dengan negara yang mayoritas Islam atau Arab yang diagungkan budayanya oleh sebagian muslim ?

 Jajak Pendapat tentang KtP yang dilakukan Thomson Reuters Foundation  pada negara arab, tingkat kekerasan paling tinggi ada pada Mesir, Irak, Arab Saudi, Suriah dan Yaman sedang Indonesia  kasus kekerasan yang berhasil dihimpun Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap perempuan (Komnas Perempuan) pada sepanjang tahun 2019 sebanyak 431.471 kasus.

Jumlah ini meningkat sebanyak 6% dari tahun sebelumnya dan saya yakin masih ada kasus yang korban tidak laporkan dan otomatis kasus ini bisa lebih dari data yang didapatkan komnas perempuan.

Kesetaraan gender yang hampir di setiap sudut kota di suarakan bahkan masih saja taK menjamin KtP selesai.

Lalu, siapa yang patut disalahkan.... ?

Tetapnya angka kekerasan terhadap perempuan karena masih lemahnya aturan yang lahir dari manusia.
Kepekaan dan kepedulian dalam bermasyarakat menjadi krusial, kesenangan materi mendominasi fikiran, dunia menjadi tempat menghalalkan segala cara hingga akhirnya melanggar aturan-aturan yang ada sedangkan secara psikologis laki-laki yang melakukan kekerasan disebabkan karena sifat merasa dominan yang dimilikinya hal ini disebabkan budaya-budaya patriarki yang di tanamkan dalam dirinya sejak kecil bahwa laki-laki lebih berkuasa dibanding perempuan dan merasa dia memiliki harga dan posisi yang lebih tinggi hingga lupa Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan itu sama,

Dalam firman Allah SWT, dalam surah Al-Hujurat ayat 13 yang artinya "Sesungguhnya, yang paling mulia di sisi Allah adalah yang bertakwa". Bukankah sudah jelas penafsiran ayat tersebut menimbulkan aspek persamaan.
Selain itu perempuan dan laki-laki diciptakan dengan asal yang sama berasal dari saripatih tanah, melalui proses tertentu antara sperma dan ovum sampau berbentuk manusia yang disampaikan di surah Al-Mu'minum ayat 12-13.

Penafsiran dari Al-mu'minum bahwa perempuan dan laki-laki diciptakan dari asal yang sama yakni saripati tanah.
Muhammad Rasyid Ridha dalam Tafsir Al-Manar Jilid IV bahwa ada kekeliruan pemahaman wanita yang diciptakan dari tulang rusuk adam pada kisah adam dan hawa di perjanjian lama.

Karena itu perempuan kalimat  yang diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok menurut Quraish Shihab harus dimaknai secara simblois dimana tulang bengkok harus dipahami agar perempuan diperlakukan secara bijaksana.

Buku Islam dan Kosmologi perempuan karya  AM Safwan mengatakan jika aspek kehidupan perempuan dalam sejarah tidak ditinjau dalam struktur sejarah kemungkinan pembacaan kita akan didominasi dengan cara pandang sejarah yang terlalu maskulin atau laki-laki berada pada aspek kekuasaan padahal aspek kekuasaan lahir pada peradaban sedang cinta adalah aspek dari peradaban dan perempuan adalah sumber cinta yang diciptakan Allah SWT.

Penulis : Andi Rini Sulestiani