Virus Corona Semakin Menganas, Bukan Penghalang Untuk Beramal di Bulan Suci Ramadhan

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Virus Corona Semakin Menganas, Bukan Penghalang Untuk Beramal di Bulan Suci Ramadhan

SULSEL LIMA
Tuesday, 5 May 2020
Foto : Nur Fadillah Rahman
sulsellima.com Makassar - Wabah Covid 19 Bukan Penghalang untuk Beramal Bulan Ramadhan tahun ini, pastinya berbeda dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya. namun terdapat beberapa kegiatan yang mengurangi  suasana ramadhan pada umumnya contohnya pembatasan pelaksanaan sholat tarwih di masjid, Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah namum wabah yang menguasai manusia di tengah berbuat amalan

Begitu banyak keutamaan di bulan ramadhan salah satunya adalah Allah akan melipat gandakan pahala di bulan yang suci ini. Seperti  hadist yang berbunyi Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda :

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipat gandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah SWT berfirman (yang artinya)

“Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untukku, Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagian yaitu kebahagian ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi”. (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)

Pada awal bulan maret 2020 Indonesia digegerkan dengan jenis  penyakit menular yaitu Covid 19 yang disebabkan oleh virus SARS-Cov-2. Corona virus disease atau yang kita kenal dengan Covid 19 merupakan penyakit yang mengakibatkan infeksi saluran pernapasan akut pada penderitanya. Penyakit ini pertama kali ditemukan di Kota Wuhan Negara China yang juga banyak memakan korban.

Perkembangan serta penyebaran virus ini termasuk sangat pesat. Sehingga pada tanggal 11 Maret 2020 Covid 19 telah ditetapkan sebagai pandemi global oleh WHO (World Health Organization) yang merupakan organisasi kesehatan dunia. Peningkatan status ini diumumkan langsung oleh Direktur Jenderal WHO yaitu Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Swiss.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI pada tanggal 4 Mei 2020 perkembangan kasus Covid 19 di Indonesia telah mencapai 11.587 kasus dengan total kematian 864 orang dan total orang yang sembuh sebanyak 1.954 orang.

 Pemerintah memiliki peran penting dalam penanggulangan wabah covid 19 di Indonesia. Sebagai pemangku kekuasaan tertinggi di Indonesia pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan seperti lockdown, karantina wilayah, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan lain sebagainya. Beberapa wilayah di Indonesia kini telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) demi mengurangi penyebaran virus di wilayahnya masing masing termasuk kota Makassar. Social distancing atau pembatasan sosial kini juga menjadi salah satu tindakan preventif yang perlu diterapkan oleh semua kalangan baik itu instansi, pendidikan, perekonomian dan lain lainya.

Kebijakan ini mengharuskan kita untuk work form home (WFH), bahkan aktifitas pendidikan pun kini dialihkan menjadi study form home (SFH) dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini. WHO kini telah mengubah istilah social distancing menjadi physical distancing dengan maksud kini menjaga jarak memang sangat penting namun secara sosial kita tidak harus memutuskan hubungan dengan orang lain.

Namun ditengah wabah Covid 19, tidak menghalangi kita untuk beramal di Bulan suci Ramadhan. Adanya wabah covid 19 merupakan peluang bagi kita untuk beramal apalagi ditengah pandemi ini. Begitu banyak amalan yang dapat kita lakukan terhadap orang yang terkena dampak Covid 19.

Salah satu amalan yang dapat kita lakukan adalah bersedekah. Tak sedikit orang terkena dampak Covid 19 khususnya bagi mereka yang memiliki ekonomi menengah ke bawah. Mereka yang dulunya mengandalkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari kini mulai kehilangan pekerjaan tersebut, karena dampak Covid 19 Ketakutan dan kecemasan adalah hal yang mereka rasakan sekarang.

Saatnya kita berbagi untuk mereka yang juga merupakan kewajiban sebagai makhluk sosial. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk saling berbagi di Bulan Ramadhan misalnya dengan berbagi makanan untuk sahur dan juga berbuka. Hal ini memang begitu kecil namun sangat bermanfaat bagi orang yang membutuhkannya.

Beberapa orang menganggap bahwa bersedekah hanya mengurangi harta. Hal itu terjadi karena tak semua orang dapat merasakan arti nikmatnya berbagi kepada orang yang membutuhkan bantuan.

Saat ini bantuan untuk tenaga medis di Indonesia juga sangat diperlukan. Alat pelindung diri yang tersedia diberbagai Rumah sakit rujukan tidak sebanding dengan jumlah pasien Covid 19. Tenaga medis sebagai perlawanan terdepan dalam menghadapi wabah ini juga membutuhkan alat pelindung diri agar terhindar dari paparan virus. Mereka telah sabar dan bekerja keras demi menyelamatkan nyawa seseorang.

Pekerjaan ini begitu mulia dan patut kita apresiasi. Bentuk apresiasi dapat dilakukan dengan tetap berada di rumah sesuai kebijakan dari pemerintah. Hal ini dilakukan demi kemaslahatan serta keselamatan bersama. Selain itu ikut berdonasi dalam penanggulangan wabah Covid 19 juga merupakan peluang amal di Bulan Ramadhan ini.

Kini banyak organisasi maupun komunitas yang telah membantu dalam penyaluran bantuan untuk menghadapi wabah Covid 19. Bantuan dana yang diberikan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan alat pelindung diri misalnya masker bedah, pelindung mata, gaun sekali pakai dan lain sebagainya. Adapun Keputusan untuk berdonasi kembali lagi pada tingkat kepedulian seseorang.

Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk dapat merasakan nikmatnya Bulan suci Ramadhan. Nikmat umur dan kesehatan merupakan hal yang patut disyukuri dalam melaksanakan puasa di Bulan Ramadhan. Beribadah kepada Allah SWT merupakan bentuk syukur kita kepadaNya. Berbuat amal kebaikan merupakan nilai tambah bagi orang orang yang melaksanakannya.

Mari berbenah diri dan meningkatkan amalan kita. Jadikan wabah covid 19 ini sebagai peluang untuk saling berbagi. Musibah yang diberikan oleh Allah SWT merupakan ujian bagi hambaNya dan sebagai tanda kasih sayang Allah SWT.  Semoga dengan adanya wabah ini menjadi pelajaran bagi kita untuk senantiasa bersyukur, bersabar dan meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama. Agar kedepannya kita dapat menjadi hamba yang  bertakwa kepadaNya.

Penulis : Nur Fadillah Rahman (Mahasiswa PKIP2017 Kesehatan Masyrakat)