Update, Covid-19 Sinjai Bertambah Enam Orang

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Update, Covid-19 Sinjai Bertambah Enam Orang

SULSEL LIMA
Thursday, 18 June 2020
sulselima.com Sinjai - Kasus positif Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Sinjai bertambah enam orang. Sehingga per tanggal 18 Juni 2020, jumlah keseluruhan kasus positif Covid-19 di Bumi Panrita Kitta sebutan daerah tersebut menjadi 31 kasus.

Demikian dikatakan Juru Bicara Pemkab Sinjai untuk Penanganan Covid-19, Irwan Suaib saat ditemui usia melakukan rapat koordinasi dengan Gugus Tugas dan para camat melalui video conference di Media Center, Kamis (17/6/2020).

Dia mengemukakan bahwa Gugus Tugas mendapat kabar baik dengan sembuhnya tiga orang pasien setelah menjalani perawatan di Hotel Harper Makassar. Namun, pihaknya juga mendapat kabar kurang mengenakkan dengan adanya penambahan enam kasus.

"Tadi siang kita telah menyaksikan bersama ada tiga warga kita yang dipulangkan karena sudah dinyatakan sembuh. Tetapi, kita juga mendapat kabar yang kurang bagus bahwa 6 dari keluarga kita dinyatakan positif covid-19," ujar Irwan.

Irwan mengatakan, enam penambahan kasus ini merupakan transmisi lokal. Masing-masing tiga warga Sinjai Utara yakni, I, AS, dan N, sementara satu orang warga Sinjai Timur AJ, Tellulimpoe S dan Bulupoddo K.

Saat ini pasien yang dirawat sebanyak 14 orang. Delapan orang dirawat di Hotel Harper Makassar, sedangkan enam penambahan kasus ini sementara di rawat di ruang isolasi RSUD Sinjai.

"Jadi yang positit enam orang ini masih dirawat di rumah sakit umum Sinjai, kami sudah mengirim surat ke gugus tugas Provinsi Sulawesi Selatan kebetulan masih dalam hal antrian untuk mendapat perawatan di sana karena katanya sementara lagi full," ungkapnya.

Dengan bertambahnya kasus positif, Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Sinjai ini berharap kerjasama kepada seluruh masyarakat Sinjai untuk kooperatif apabila diminta untuk melakukan isolasi mandiri. Apalagi yang pernah kontak dengan pasien.

"Kami dari tim gugus tugas Kabupaten berharap seluruh warga yang pernah kontak langsung dengan pasien tersebut agar mengikuti anjuran pemerintah," pungkas Irwan. (*)