Demo Tolak Omnibus Law di Makassar Ricuh, Polisi Tangkap 3 orang

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Demo Tolak Omnibus Law di Makassar Ricuh, Polisi Tangkap 3 orang

SULSEL LIMA
Friday, 23 October 2020

Makassar, sulsellima.com - Polisi menangkap 13 orang yang diduga merusak fasilitas umum saat aksi tolak omnibus law Undang-undang (UU) Cipta Kerja di depan Universitas Negeri Makassar  (UNM), Jalan A. P. Pettarani, Kota Makassar, Kamis (23/10/2020).


Sejumlah orang yang merusuh dalam demonstrasi tersebut juga merusak Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Nasdem Makassar.


Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam mengatakan, demonstrasi berujung ricuh karena massa mahasiswa sudah disusupi kelompok yang mengatasnamakan dirinya aliansi Makar.


"Setelah Maghrib ini disusupi juga aliansi yang mengatasnamakan diri Makar. Mereka melakukan perusakan, pelemparan, pembakaran, beberapa CCTV dirusak," kata Merdisyam saat diwawancara wartawan di lokasi aksi, Kamis malam.


Merdisyam mengatakan, demonstran yang merusuh sempat mendapatkan perlawanan dari masyarakat.


Polisi, kata Merdisyam, awalnya mengimbau demonstran untuk berhenti merusuh, tapi tidak diindahkan.


"Pendorongan dan pembubaran, semaksimal mungkin kita kurangi jatuhnya korban. Tadi kita upayakan memisahkan memisahkan masyarakat dengan mahasiswa yang aksi dan juga kelompok yang membuat provokasi," imbuh Merdisyam.


Merdisyam belum mengetahui, 13 orang yang ditangkap merupakan mahasiswa atau warga biasa.


Namun, dia menyebut Aliansi Makassar merupakan campuran elemen yang memprovokasi aksi rusuh di Makassar.(*)