Melalui Program Lorong Beradab, Bakal Dibuat Lebih Nyaman, Aman dan Humanis

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Melalui Program Lorong Beradab, Bakal Dibuat Lebih Nyaman, Aman dan Humanis

SULSEL LIMA
Wednesday, 28 October 2020

Bulukumba, sulsellima.com - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba, Nomor Urut 3, Tomy Satria Yulianto-Andi Makkasau, memasukkan  penataan lorong sebagai salah satu program kerja  jika nantinya diamanahkan sebagai pemimpin Bulukumba untuk lima tahun kedepan.



Program itu dinamakan lorong beradab, yang nantinya akan dikelola dengan melibatkan partisipasi masyarakat. 


Calon Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, menjelaskan, pembangunan suatu daerah tidak hanya menjadi tanggungjawab sendiri pemerintah melainkan perlu keikutsertaan secara sadar dari masyarakat.


Olehnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan  sangat penting karena nantinya hasil-hasil pembangunan juga akan kembali ke masyarakat manfaatnya.



"Lorong beradab ini terfokus pada Kecamatan Ujungbulu dan beberapa daerah lainnya, kita ketahui bersama ada begitu banyak lorong yang perlu ditata, nantinya ini akan dibuat lebih humanis, nyaman dan aman, dan yang terpenting dari ini semua adalah, adanya kesadaran bersama untuk menjaga dan merawat,"ujar Tomy.



Tomy kembali menekankan, dalam pelaksanaannya nanti, program ini akan lebih banyak melibatkan masyarakat setempat. Proses ini menjadi penting karena pelibatan partisipasi masyarakat dalam suatu program pembangunan yang mengetahui  tentang permasalahan daerahnya adalah masyarakat yang tinggal di daerah itu sendiri.


Sehingga nantinya, proses ini akan diawali dengan mendudukan bersama masyarakat guna membahas setiap desain dan penataan di tiap lorongnya.



"Penataan lorong dan pemeliharaannya melibatkan masyarakat setempat, dan khusus penjaga lorongnya akan di gaji oleh pemerintah,  jadi kita juga  akan memberikan reward bagi lorong terbaik karena ini akan diperlombakan, dan akan diberikan  insentif yang memadai dari pemda. Ini sekaligus menjadi cara untuk membuka ruang pekerjaan bagi masyarakat,"jelasnya.



Nantinya, lanjut TSY, lorong-lorong tidak hanya berfungsi sebagai akses jalan saja, namun sepanjang lorong juga bisa digunakan untuk mengairahkan aktifitas lainnya seperti kegiatan ekonomi. 


"Sekaligus sebagai salah satu kunjungan wisata, bisa untuk berfoto. Kita mau mengubah kesan dan stigma negatif tentang lorong, seperti kumuh, kotor, dan lainnya,"katanya. (*).