SULSELLIMA.Com | Aktual - Objektif - Berimbang Perempuan Dan Akhir Cerita Cinta Yang Berujung Kematian - SULSELLIMA.COM | MELIHAT INDONESIA DARI SULSEL

Perempuan Dan Akhir Cerita Cinta Yang Berujung Kematian

SULSELLIMA.COM - Dalam diam, wajahnya menguapkan cairan-cairan keringat yang mendidih oleh amarah dari pelipis hingga lehernya. Sambil merenung memandangi makam Ayahnya dengan mata berkaca-kaca dan perasaan yang rapuh.


 Hati serta jiwanya memiliki luka yang mendalam. Raut wajahnya masih kusut bagai benang yang tak terpintal, kedua bola matanya masih saja tertunduk menatap gundukan tanah dan nisan yang tertulis nama Ayahnya. Sepintas kelopaknya tergenang, padahal hujan belum terekam di sana. Beberapa detik berselang, beberapa embun jatuh dari pucuk mata yang sedang rapuh menerima sebuah kenyataan pahit.

Dari sebuah lembaran pesan yang betuliskan "Mama Ikhalaskan aku yah ma, aku udah capek nggak kuat, aku ketakutan sendiri tiap hari, terimakasih untuk segala hal yang mama lakukan untukku, aku minta maaf juga, terimakasih mama. Aku sayang mama". 

Pesan terakhir yang sangat menyentuh hati itu tertulis indah di buku dearynya, sosok seorang Perempuan tegar yang mengakhiri hidupnya setelah seorang laki-laki yang mencitainya telah menodai dirinya, lalu dipaksa mengguguri janinnya. Sosok Lelaki yang dia banggakan bisa menggantikan peran ayahnya malah menghancurkannya tanpa ada belas kasian.

Kenyataan yang ia hadapi begitu berat, depresi yang terus melekat setiap harinya, keluarga yang dia pikir rumah untuk bisa berteduh malah mencaci maki dan terus mengancam membunuh dirinya, namun pada akhirnya satu satunya tempat yang dia miliki untuk bercerita adalah makam Ayahnya sebelum dia memilih untuk mengakhiri ceritanya di makam Ayahnya. Ini salah, tapi dia merasa, Kematian adalah jalan terbaik.

Dear Lelaki Perempuan Yang melahirkan peradaban, tidak pantas untuk dilecehkan.

Tags :

bm
Redaksi by: sulselLima.com

Pemasangan Iklan/ Kerjasama/ Penawaran Event; Proposal dapat dikirim ke Email : sulsellima@gmail.com

Posting Komentar