<
BREAKING NEWS

Sat Resnarkoba Polres Bulukumba Sosialisasikan Bahaya Narkotika dikalangan Mahasiswa


Bulukumba, sulsellima.com - Upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika terus dilakukan jajaran Polres Bulukumba melalui berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.


Tidak hanya menyasar kalangan pelajar SMP/SMA, Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Bulukumba juga memberikan edukasi kepada mahasiswa melalui kegiatan Sosialisasi dan Edukasi tentang Bahaya Penyalahgunaan Narkotika yang digelar di lingkungan kampus.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 16 September 2026, sekitar pukul 08.20 WITA, bertempat di Aula III STAI Al-Gazali Bulukumba, Kelurahan Loka, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba.

Kegiatan diikuti oleh 164 mahasiswa baru STAI Al-Gazali Bulukumba. Turut hadir Kasat Resnarkoba Polres Bulukumba AKP Salehuddin, S.H., M.H., Kaur Mintu Sat Resnarkoba Polres Bulukumba Aiptu Rusli, serta Ketua Panitia Pelaksana STAI Al-Gazali Bulukumba Fadil Anugra.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai pengertian narkotika, jenis-jenis narkotika, serta berbagai dampak yang dapat ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkotika, baik terhadap kesehatan, kehidupan sosial maupun masa depan generasi muda.

Kasat Resnarkoba Polres Bulukumba AKP Salehuddin, dalam penyampaiannya mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah terpengaruh atau mencoba narkotika, termasuk berbagai jenis narkotika dan zat psikoaktif yang beredar di lingkungan masyarakat.

Menurutnya, narkotika dapat memberikan dampak serius apabila disalahgunakan karena tidak hanya berpengaruh terhadap kondisi fisik, tetapi juga dapat memengaruhi fungsi otak, perilaku, kondisi psikologis hingga kehidupan sosial seseorang.

“Generasi muda harus memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang bahaya narkotika. Jangan sampai rasa ingin tahu atau ajakan dari lingkungan membuat kita mencoba, karena penyalahgunaan narkotika dapat berdampak panjang terhadap kesehatan dan masa depan,” ujar AKP Salehuddin.

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa narkotika merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman maupun bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan perubahan atau penurunan kesadaran, mengurangi hingga menghilangkan rasa nyeri, serta dapat menimbulkan ketergantungan.

Sejumlah jenis narkotika dan zat yang dibahas dalam sosialisasi antara lain sabu, ganja, tembakau sintetis, ekstasi, heroin dan kokain.

Mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai perubahan perilaku yang dapat muncul akibat penyalahgunaan narkotika, seperti perubahan kepribadian, sikap apatis, menurunnya semangat belajar maupun bekerja, serta munculnya perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Dari aspek kesehatan, penyalahgunaan narkotika dapat mengganggu fungsi otak dan sistem saraf pusat, menurunkan daya ingat serta mengganggu koordinasi tubuh. Penyalahgunaan zat tertentu juga dapat meningkatkan risiko gangguan jantung dan pembuluh darah serta menyebabkan gangguan pada organ tubuh seperti hati dan ginjal.

Sementara dari aspek mental dan psikologis, penyalahgunaan narkotika dapat berkaitan dengan munculnya kecemasan, depresi, halusinasi, paranoia maupun psikosis. Ketergantungan juga menjadi salah satu risiko serius yang dapat membuat seseorang mengalami kesulitan untuk menghentikan penggunaan narkotika.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, sosialisasi juga dirangkaikan dengan penayangan gambar dan video mengenai penyalahgunaan serta upaya pencegahan narkotika.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab. Sejumlah mahasiswa baru STAI Al-Gazali Bulukumba memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan pertanyaan terkait bahaya narkotika serta langkah yang dapat dilakukan generasi muda dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan kampus maupun pergaulan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Sat Resnarkoba Polres Bulukumba terus memperkuat langkah preventif melalui edukasi kepada generasi muda. Mahasiswa diharapkan memiliki pengetahuan yang memadai mengenai risiko penyalahgunaan narkotika serta mampu berperan dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat, aman dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan dan perguruan tinggi, untuk bersama-sama memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika demi melindungi generasi muda dan masa depan bangsa."Tutup AKP Salehuddin.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image