Jembatan Bambu Menghubungkan Tiga Desa di Bulukumba Butuh Perhatian Pemerintah

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Jembatan Bambu Menghubungkan Tiga Desa di Bulukumba Butuh Perhatian Pemerintah

SULSEL LIMA
Friday, 6 March 2020
sulsellima.com Bulukumba - Jembatan bambu penyeberangan yang menghubungkan tiga desa, yakni Desa Batunilamun, Desa Pattiroan, dan Desa Tana Towa, di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, butuh perhatian pemerintah kabupaten.
Dari pantaun Media tersebut Jembatan penghubung yang terbuat dari bambu tersebut  sama sekali belum mendapatkan perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Bulukumba. Padahal jembatan itu merupakan akses penting bagi warga sekitar dan siswa sekolah yang terletak di Dusun Patihi, Desa Sapanan, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.

Masyarakat setempat mengaku sangat kurang diperhatikan aparatur pemerintah. Padahal jembatan ini selain menghubungkan ke beberapa desa, juga digunakan untuk aktivitas warga desa menuju pasar, sekolah, dan puskesmas.

Menurut warga setempat Asrul (28), jembatan yang di bangun dengan swadaya masyarakat setempat, sampai sekarang masih tetap memprihatinkan dan sepanjang itu juga warga sekitar mempertaruhkan hidup pada jembatan yang mereka lalui setiap harinya untuk menyebrangi sungai.

"selama saya tinggal dusun Patihi desa Sapanan, Kecamatan Kajang ini belum ada perbaikan dan juga kami selaku warga setempat mempertaruhkan hidup pada jembatan bambu yang kami lalui setiap harinya untuk menyebrangi sungai, yang entah sampai kapan itu akan berlangsung. Akankah pemerintah berdiam diri melihat cerita dari pelosok Bulukumba," tuturnya. Jumat (6/3/2020).

Harapan serupa juga disampaikan oleh warga setempat, Irwan (35). Ia berharap pemerintah bisa segera membantu perbaikan jembatan tersebut karna sudah lama masyarakat desa sapanang menderita

"Kami berharap pemerintah kabupaten bulukumba dalam hal ini bupati bisa memperhatikan jembatan tua yang terbuat dari bambu. agar lebih memudahkan masyarakat bisa dalam mengais rezeki lebih, serta empat desa yang punya potensi pertanian atau perkebunan itu bisa lebih mudah dalam meningkatkan taraf hidup mereka sebagai petani dan tukang kebun, saya rasa masyarakat sangat terbantukan saat jembatan ini selesai," tutupnya

sekedar diketahui jembatan patihi tersebut merupakan jembatan poros menuju kabupaten sinjai, Jembatan tersebut seluruh materialnya masih terbuat dari bambu, bahkan ada kayu yang jadi pijakan jembatan bolong, sehingga warga yang melintas pun harus berhati-hati.(Aril)