Semua Anak Harus Terjamin Pendidikannya, Wabup Tomy Minta Disdik Lakukan Pendataan Siswa Terintegritas

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Semua Anak Harus Terjamin Pendidikannya, Wabup Tomy Minta Disdik Lakukan Pendataan Siswa Terintegritas

SULSEL LIMA
Friday, 24 July 2020
sulsellima.com Bulukumba - Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bulukumba untuk mencoba menyiapkan formulasi data base siswa dan alumni asal Bulukumba, serta data kemana siswa yang baru tamat belajar melanjutkan pendidikanya.

Hal ini diungkapkan Tomy dalam sambutannya di hadapan perwakilan Dinas Pendidikan saat membuka kegiatan sosialisasi pembelajaran daring pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Desa Jojjolo dua hari lalu.

Dia mengatakan, perlu ada data terintegrasi kemana siswa yang baru tamat melanjutkan jenjang pendidikannya. Data itu kata dia harus dimiliki di semua sekolah-sekolah, mulai dari SD, SMP dan SMA. Bahkan ke perguruan tinggi mana alumni SMA yang baru tamat melanjutkan pendidikannya.

"Kita ingin Dinas Pendidikan menyiapkan data itu. Sehingga siswa yang tamat di SMP A bisa kita tau ke SMA mana dia melanjutkan pendidikannya. Begitupun dari SD ke SMP dan dari SMA ke perguruan tinggi," kata Tomy Satria saat dikonfirmasi lebih jauh perihal data base tersebut, Jumat (24/7/2020).

Selain dengan mudah mendeteksi para alumni sekolah asal Bulukumba, Hal ini dilakukan agar dimasa mendatang pemerintah bisa mendeteksi masyarakat, khususnya anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikannya dengan berbagai macam alasan.

"Ini kita lakukan agar masyarakat atau adik-adik kita yang tidak bisa melanjutkan pendidikan dengan alasan-alasan tertentu, pemerintah dengan muda menyiapkan pola intervensi agar anak-anak kita tetap terjamin pendidikannya," kata Tomy.

Tidak hanya itu, wakil bupati melanjutkan bahwa dengan begitu pemerintah bisa dengan cepat mencari tau dan mengevaluasi kualitas pendidikan rata-rata masyarakat Bulukumba. Sebab kualitas pendidikan berpegaruh pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

"Jangan lagi baru kita tau ada warga yang tidak lanjut sekolah atau kuliah pada saat dilakukan sensus. Kita ingin semua anak-anak kita terjamin pendidikannya," tandasnya.(*)