Aksi Demontrasi Youth Move Menduga Masih Marak Mafia Bansos di Kemensos

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Aksi Demontrasi Youth Move Menduga Masih Marak Mafia Bansos di Kemensos

SULSEL LIMA
Monday, 31 August 2020
sulsellima.com Jakarta -Sekelompok Massa Aksi Youth Move menggelar aksi demontrasi di Kantor Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) pada Siang Senin 31/08/2020 memprotes agar Kemensos Segera membuka data penerima Bansos dan Membongkar dugaan mafia bansos yang bercokokol di Kemensos.

Dalam aksi demontrasi Youth Move berjalan Dengan damai dan tertib dengan melakukan orasi dan aksi teatrikal di depan Kemensos RI,pada kesempatan Youth Move mengangkat tema aksi dengan”Bongkar Mafia Bansos dan Buka data penerima Bansos”.

“Untuk penerima bantuan tidak sesuai dengan kondisi dan keadaan di lapangan, karena tidak menyiapkan data terbaru Pasca Wabah Covid-19,” dalam orasi Ibrahim Asnawi anggota Youth Move.

Sambung Orator Ibrahim Asnawi Kementerian Sosial tidak siap dalam menghadapi kondisi bencana serta lamban dalam melindungi jaminan sosial masyarakat yang terdampak bencana, olehnya tugas utama dari Kemensos ialah terus memperbaharui data setiap tahun, terutama data kemiskinan dan masyarakat yang terdampak bencana.

Dugaan penyelewangan bantuan sosial (bansos) terus bertambah. Setelah Juli lalu dilaporkan ada 55 kasus yang sementara diselidiki. Tak berselang lama, kepolisian kembali membeber adanya penambahan laporan. Kini menembus 102 kasus. keterlibatan para oknum atau mafia bansos tersebut. Kasus penyelewengan dibeberkan punya banyak motif. Antara lain, pemotongan dana dan pembagian tidak merata.

Pertama Kemensos dan jajarannya lambat dalam menanggapi dampak bencana Covid-19 yang menimpa masyarakat sampai dengan hari ini. kedua data yang dipakai dalam menyalurkan bantuan Sosial juga masih menggunakan data 2014, yang sehingga bantuan cenderung tidak tepat sasaran dan diskriminatif. dan ketiga maraknya Mafia bansos yang bercokol di dalam kemensos yang sehingga bantuan Tidak tepat sasaran dan pelaksanaan penunjukan langsung bantuan sosial yang lambat sehingga menyebabkan rakyat kelaparan di tengah Pandemi Covid-19.

“Pertama. Bongkar Mafia bantuan sosial Kemensos. Kedua. Kemensos harus membuka data tentang masyarakat yang sudah menerima bantuan sosial dampak Covid 19. Ketiga Presiden harus mengevaluasi  Menteri dan seluruh jajarannya yang lamban dan terkesan bekerja sama dengan Mafia dalam menyalurkan bantuan sosial Covid 19.” Tutup Ibrahim Asnawi dalam Orasinya.