Opini : Lemahnya Pemda DKI Jakarta Dalam Menangani Kasus Covid-19

Andi. Rosi, Fakultas UBK Jakarta Pusat

JAKARTA,SULSELLIMA.com -  Dki jakarta saat ini masih diberlakukan protokol kesehatan yang sangat ketat,  gubernur DKI jakarta Anis Baswedan memerintahkan seluruh jajarannya untuk tidak segan - segan memberikan sangsi bagi sang pelanggar. 


Namun disisi lain terlihat ada salah satu tempat hiburan malam masih terlihat beroprasi dimalam hari. 


Salah satu tempat hiburan malam yang berada dikawasan Jakarta Selatan ini, terus beroperasi tanpa tindakan yang tegas dari pemerintah.


Terlihat pengujung sedang asyik berinteraksi dengan pengunjung lainnya tanpa Social Distanching dan tidak mengenakan masker dengan tepat, seakan tidak memperdulikan Protokol Kesehatan yang sudah ditentukan oleh pihak pemerintah. 


Celakanya pihak Kepolisian atau pihak - pihak yang berwewenang menegur atau sekedar mengingatkan bagi pengunjung yang menyalahi aturan Protokol Kesehatan tidak terlihat satu pun. 


Dimana mereka? Apakah mereka benar tidak mengetahui atau pura - pura tidak mengetahuinya? 


Sangat mustahil mereka tidak mengetahuinya, tempat hiburan ini sangat terkenal bagi kalangan masyarakat khusunya anak - anak muda kota Jakarta dan sekitarnya. 


Menurut informasi dari salah satu staf Security ditempat hiburan  ini mengatakan bahwa pihak Big Boss sudah sepakat dengan dinas tetkait dan sudah mengantongi Surat Ijin Operasional.


Bukan hanya tempat ini, masih banyak  tempat - tempat hiburan malam lainya yang  bertebaran dikota Jakarta saat ini tetap beroperasi dengan leluasa tanpa Protokol Kesehatan yang ditentukan. 


Ada yang terang-terangan, ada juga yang beroperasi secara sembunyi - sembunyi. 


Disini kita bisa melihat bagaimana lemahnya pemerintah DKI Jakarta dalam menangani kasus Covid-19 saat ini. Sangat jelas ada konspirasi terselubung yang dilakukan oleh kedua belah pihak antara pengusaha dan penguasa.


Dan lagi - lagi masyarakat hanya bisa menjadi penonton yang setia, bagaimana sang penguasa berkuasa mengendalikan semua keinginannya tanpa memperdulikan dampak dan akibatnya. 


Sementara tempat - tempat ibadah seperti Mesjid dan Gereja terlihat sangat sepi dikarenakan larangan untuk ibadah berjamaah, dengan alasan pemberlakuan protokol Covid-19.


Pemerintah berdalih dengan mengurangi tempat kerumunan tersebut tingkat penyebaran Virus Covid-19  akan berkurang. 


Kita bisa melihat bahwa pihak penguasa dengan segala tipu daya mereka melakukan pencitraan yang konyol. 

Bagaimana bisa tempat ibadah menjadi pusat penyebaran Virus Covid-19 lebih berbahaya dibanding tempat hiburan? 


Masyarakat saat ini dibuat bingung oleh aturan - aturan pemerintah yang dianggap tidak konsisten, dan terlebih jelas berpihak kepada pengusaha. 


Berbagai macam aturan Protokol Kesehatan yang diberlakukan semuanya nihil. 


Tidak ada tindakan tegas bagi pengusaha yang menyalahi aturan. Itu yang mampu berkonspirasi dengan sang penguasa.


Opini : Andi Rosi (Fakultas UBK Jakarta Pusat) /MYS

Tags :

bm
Redaksi by: SULSELLIMA

Pemasangan Iklan/ Kerjasama/ Penawaran Event; Proposal dapat dikirim ke Email : sulsellima@gmail.com

Post a comment