Warga Bulukumba Keluhkan Suara Bising Knalpot Bogar Jelang Sahur
BULUKUMBA, SULSELLIMA.COM - Tradisi sahur keliling di sejumlah titik Kota Bulukumba menuai keluhan warga. Iring-iringan mobil dengan suara knalpot besar dan letupan keras saat jelang sahur dinilai mengganggu ketenangan, terutama bagi warga lanjut usia dan pasien yang sedang sakit.
Poto ilustrasi
Seorang warga Bulukumba menyampaikan permohonan maaf sekaligus harapan kepada Bupati, Wakil Bupati, anggota dewan, serta aparat kepolisian dan pemerintah setempat agar segera menghentikan pola sahur keliling yang dinilai berlebihan.
“Tidak begitu caranya membangunkan orang sahur. Bayangkan kalau lewat di depan rumah orang sakit atau yang punya riwayat jantung. Suara knalpotnya sampai masuk ke dalam kamar,” ujarnya.
Menurutnya, membangunkan sahur adalah tradisi yang baik dan patut dijaga. Namun, cara yang digunakan seharusnya tetap mempertimbangkan etika, norma, dan kondisi sosial masyarakat.
Beberapa warga mengaku terkejut dan panik saat kendaraan dengan suara keras melintas mendadak di depan rumah mereka. Kebisingan yang terjadi pada waktu istirahat malam disebut berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya bagi lansia dan penderita penyakit tertentu.
Warga juga mengingatkan agar situasi tersebut tidak berkembang menjadi gesekan sosial. Mereka berharap pemerintah daerah dan aparat kepolisian segera mengeluarkan imbauan tegas agar sahur keliling dilakukan dengan tertib, tanpa penggunaan knalpot bising atau aksi yang membahayakan keselamatan.
“Bangunkan sahur itu baik, tapi harus dengan cara yang santun dan beradab. Ramadan seharusnya jadi momentum memperkuat empati, bukan menimbulkan keresahan,” tambah warga tersebut.
Masyarakat berharap ada langkah preventif agar tradisi tetap berjalan, namun tetap menghormati kenyamanan dan keselamatan warga.***