Serentak dalam Semalam, 4 Sapi Raib di Bulukumpa : Warga Desak Aparat Kepolisian Bertindak Cepat
BULUKUMBA, SULSELLIMA.COM - Aksi pencurian ternak (curnak) di Kecamatan Bulukumpa kian meresahkan. Dalam satu malam, Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WITA, empat ekor sapi milik warga di Jalan Bunga Harapan, Lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Jawi-Jawi, dilaporkan hilang tanpa jejak.
Ilustrasi Curnak
Peristiwa ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, kehilangan terjadi hampir bersamaan dari pemilik yang berbeda. Korban berinisial An kehilangan tiga ekor sapi, sementara IT kehilangan satu ekor. Pola kejadian ini memunculkan dugaan bahwa aksi tersebut bukan sekadar pencurian biasa, melainkan terindikasi terorganisir.
Kejadian ini sontak mengguncang warga. Rasa aman yang selama ini terjaga seolah runtuh dalam semalam. Minimnya pengawasan pada malam hari, ditambah tidak aktifnya pos ronda, diduga menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku untuk beraksi leluasa.
Kedua korban, yang merupakan ibu rumah tangga, telah resmi melaporkan peristiwa ini ke Polsek Bulukumpa. Namun di tengah meningkatnya keresahan, warga berharap lebih dari sekadar proses laporan—mereka menuntut langkah konkret dari aparat penegak hukum.
Tokoh pemuda setempat, Amar Ma’ruf, menyuarakan kegelisahan masyarakat dengan nada tegas. Ia menilai kejadian ini tidak bisa dianggap sepele.
“Empat sapi hilang dalam satu malam, ini jelas mencurigakan. Kami tidak ingin kasus ini berakhir tanpa kejelasan. Aparat harus bergerak cepat, jangan tunggu korban berikutnya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti lemahnya sistem keamanan lingkungan yang dinilai tidak berjalan optimal.
“Pos ronda tidak boleh dibiarkan mati. Pemerintah kelurahan harus segera bertindak. Kalau keamanan lemah, pelaku akan semakin berani,” tambahnya.
Para pemuda Jawi-Jawi pun menyatakan komitmennya untuk turut mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka menegaskan bahwa persoalan ini bukan hanya soal kerugian materi, tetapi juga menyangkut rasa aman dan harga diri masyarakat.
“Kami siap turun mengawal kasus ini sampai selesai. Ini soal keadilan dan keamanan kampung kami,” tegasnya.
Kini sorotan publik tertuju pada langkah aparat kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut. Warga berharap peristiwa ini tidak kembali menjadi bagian dari deretan panjang kasus curnak yang tak terpecahkan.
Satu hal yang pasti, masyarakat Jawi-Jawi tidak lagi ingin sekadar mendengar janji. Mereka menuntut bukti nyata—secepatnya.***