Pertemuan Tak Direncanakan Dansatgas TMMD Ke-128 Kodim 1415/Selayar dengan Lansia yang Terbaring Sakit
SELAYAR, SULSELLIMA.COM - Di balik kesibukan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 1415/Selayar, terselip kisah kemanusiaan yang menyentuh hati. Sebuah pertemuan tak direncanakan antara Dansatgas TMMD, Letkol Czi Yudo Harianto, S.T., dengan seorang lansia yang terbaring sakit menjadi momen penuh haru di tengah kegiatan peninjauan lapangan.
Sudah menjadi rutinitas bagi Dansatgas TMMD untuk turun langsung memantau progres pekerjaan anggota dalam menyelesaikan seluruh sasaran TMMD, mulai dari sasaran fisik, nonfisik hingga sasaran tambahan. Pada Kamis pagi, 15 Mei 2026, Letkol Yudo bersama Danramil Bontomatene dan dua orang ADC berkeliling menggunakan sepeda motor dinas Honda CRF 150 CC guna memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana.
Setelah meninjau sejumlah sasaran fisik, Dansatgas melanjutkan pengecekan ke Lapangan Sepak Bola Sukadin di Kelurahan Batangmata Sapo yang akan digunakan sebagai lokasi Upacara Penutupan TMMD Ke-128. Dari hasil pemantauan, ditemukan genangan air di area lapangan yang dinilai dapat menghambat jalannya upacara penutupan.
Saat berdiskusi mengenai solusi penanganan genangan air tersebut, hujan tiba-tiba turun deras. Dansatgas bersama rombongan kemudian berteduh di kolong rumah panggung milik Ibu Balak Daeng, warga Dusun Sukadin yang rumahnya berada tepat di sebelah barat lapangan.
Melihat rombongan kehujanan, Ibu Balak Daeng dengan ramah mempersilakan Dansatgas dan anggota naik ke rumah serta duduk di ruang tamu. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu, Ibu Balak Daeng menceritakan kondisi ibunya, Nenek Dembu (91), yang telah lebih dari tiga bulan terbaring sakit dengan kondisi kaki membengkak.
Mendengar hal tersebut, Letkol Yudo bersama Danramil langsung melihat kondisi sang lansia. Rasa iba pun muncul ketika melihat Nenek Dembu yang tidak lagi mampu berjalan akibat sakit yang dideritanya.
Tanpa berpikir panjang, Dansatgas menawarkan bantuan untuk membawa Nenek Dembu berobat ke RSKH Hayyung dengan seluruh biaya pengobatan ditanggung secara pribadi oleh dirinya.
“Kondisinya sangat memprihatinkan, kakinya bengkak dan beliau tidak bisa berjalan. Kami berniat membawa nenek ini ke rumah sakit agar dapat diketahui penyakit yang dideritanya,” ungkap Letkol Czi Yudo Harianto.
Ia menilai pertemuan tersebut bukanlah sebuah kebetulan, melainkan bagian dari kehendak Tuhan Yang Maha Esa.
“Semua ini sudah menjadi rencana Allah SWT. Semoga pertemuan ini membawa kebaikan dan Nenek Dembu bisa sehat kembali serta beraktivitas seperti biasa,” tutupnya.
Peristiwa sederhana yang terjadi di tengah hujan itu menjadi bukti bahwa pelaksanaan TMMD bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial dan nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.****