Alumni Institut Pertanian Bogor, Jadi Narasumber Diskusi Teknik Menulis di Bulukumba

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Alumni Institut Pertanian Bogor, Jadi Narasumber Diskusi Teknik Menulis di Bulukumba

SULSEL LIMA
Friday, 7 August 2020
sulsellima.com Bulukumba -  Komunitas Pelajar Pemuda Kindang (KP2K), menggelar diskusi teknik menulis di Area Perkebunan Cengkeh, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulsel. Rabu 5 Agusutus 2020. Lalu

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber inisiator penggerak literasi Desa Kindang, sekaligus tim redaksi Buletin adatta, Sampean.

Kegiatan turut dihadiri Penasehat KP2K Irhyl Makkatutu dan Ketua Umum KP2K, Arni serta anak muda dan penggerak literasi Desa Kindang.

 Sampean menyampaikan kepada peserta diskusi untuk terus menjaga asa literasi di Kindang dan terus berkarya.

"Orang yang tinggal di desa adalah orang – orang yang tinggal di  lumbung inspirasi dalam menulis. Di desa ada banyak hal yang harus dituliskan misalnya, kisah – kisah orang kecil seperti kisah para petani, komoditasnya, dan budaya – budaya yang terlekat di dalam desa. Desa tidak memberikan keterbatasan untuk menggali ide dalam melihat cakrawala dunia,"Sampean kepada media, Sabtu 8 Agustus 2020.

Lelaki lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu juga berbagi pengalaman dalam teknik - teknik dasar penulisan dalam menulis puisi, cerpen, esai, resensi, artikel opini maupun makalah akademik.

Sementara Irhyl Makkatutu juga menyampaikan bahwa kebun cengkehnya, sudah diwakafkan untuk kegiatan literasi di Kindang. Oleh karena itu, setiap kegiatan literasi siap mengawal dan berkarya untuk Kindang.

Dia mengakui bahwa selama pandemi ini, beberapa kegiatan literasi yang tertunda dan pusat kegiatan ini banyak terbengkalai. Kegiatan diskusi dan silaturahmi adalah kegiatan pertama selama pandemi.

"Pasca kegiatan ini, kami sudah mulai mempersiapkan kembali acara 17 Agustus 2020 untuk membicarakan hasil karya anak – anak Bulukumba, khususnya karya teman – teman desa Kindang,"tuturnya.

 Irhyl Makkatutu juga berharap diskusi seperti ini tetap bertahan dan diminati anak – anak muda sebagai kerja – kerja peradaban.(Muhammad Yunus)