Millenial Bulukumba : Tomy Satria Hadir di Tengah Pengembangan Literasi Bulukumba

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Millenial Bulukumba : Tomy Satria Hadir di Tengah Pengembangan Literasi Bulukumba

SULSEL LIMA
Saturday, 22 August 2020
sulsellima.com Bulukumba- Kelompok Millenial Kabupaten Bulukumba yang tergabung di Kacamatayya Squad Resmi diluncurkan oleh Tomy Satria Yulianto dan Andi Makkasau, di Posko Induk Kacamatayya, Jl. Angrek. Jumat (22/8/2020) malam.

Ratusan millenial Bulukumba memenuhi halaman hingga median jalan dengan tujuan memenangkan Pasangan Tomy Satria Yulianto dan Andi Makkasau di Pilkada Bulukumba 2020.

'Launching' Kacamatayya Squad ini juga sebagai penanda, jika pemuda millenial Bulukumba berada di barisan Terus Mengabdi, Tagline Kacamatayya.

Banyak alasan, mengapa Millenial bergabung untuk memenangkan pasangan Kacamatayya. Kata Basmawati Haris, pegiat Literasi yang telah meraih penghargaan nasional literasi rumah beberapa waktu lalu, mengaku, peningkatan literasi pada pemerintahan Andi Sukri A Sappewali dan Tomy Satria Yulianto begitu pesat.

Bukan tanpa alasan, kata gadis berkulit hitam manis itu. Kehadiran pemerintah dan sosok Tomy Satria selaku wakil bupati di Bulukumba mampu mendorong para pegiat menuai eksistensi dan prestasi. Termasuk pula dirinya.

" Hari ini sudah ada banyak literasi yg dilakukan oleh pemuda Bulukumba. Pemerintah sejauh ini hadir dan mendukung gerakan literasi pada pemuda dan millenial. Saya telah merasakan kehadiran itu," Ujar Basma.

Olehnya, Basma mendorong pemuda Millenial Bulukumba terus berkarya agar dapat menjadi perhatian muasyarakat terutama Bulukumba.

" Saya ingin sampaikan ke kita semua, janganki datang ke pemerintah meminta sesuatu tetapi tidak membawa karya. Yang harusnya dilakukan, hadirki dengan karya maka secara pasti akan ada perhatian itu," Jelasnya.

Tomy Satria pun mengakui, pengembangan Literasi di Bulukumba harus terus dikembangkan dimasa mendatang. Dirinya pun bercita-cita akan melahirkan perpustakaan yang nyaman.

" Dimasa mendatang, kita bercita-cita  menghadirkan perpustakaan digital yang unik, yang bukan hanya bisa membaca buku tetapi bisa saling berdiskusi yang nyaman dan unik. Ini yang akan menjadi tempat berkumpulnya anak Millenial nantinya," Ujar Tomy.

Dimasa mendatang, Kata Tomy,  buku-buku yang dibeli oleh dinas perpustakaan dan dinas pendidikan adalah buku karya anak Bulukumba, yang akan didistribusikan ke sekolahsekolah dan dibaca oleh anak sekolah.

" Kita tidak ingin bukubuku dari Jawa memenuhi Pengetahuan dan dialog-dialog anak-anak Bulukumba. Tetapi harusmi anak muda punya karya yang dibaca oleh anakanak kita nanti. Buku dari Malewang dibaca oleh warga Tana Toa, buku Tana Toa dibaca oleh anakanak Gantang, begitu seterusnya, " Harap Tomy Satria.(*)