Sambut Hari Pariwisata Sedunia, Panitia WTD Sukses Meletakkan Replika Pinisi ke Dasar Laut Ruku-Ruku Bira

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Sambut Hari Pariwisata Sedunia, Panitia WTD Sukses Meletakkan Replika Pinisi ke Dasar Laut Ruku-Ruku Bira

SULSEL LIMA
Wednesday, 23 September 2020

sulsellima.com Bulukumba - Panitia World Tourism Day (WTD) di Bulukumba membawa miniatur Pinisi dan cor flat atau landasan perahu yang total beratnya lebih 1 ton dengan 2 perahu kayu tradisional. Hal itu sebagai rangkaian penyambutan Hari Pariwisata Sedunia yang jatuh pada 27 September 2020.


Titik berangkat dari pantai Bira sekitar pukul 14.30 Wita  Perjalanan sekitar satu jam untuk tiba di lokasi, yakni di Ruku-Ruku, Bira (22/09/2020).


Demi menjaga keseimbangan daya apung dalam perjalanan, cor plat dengan berat sekitar lebih 850 kilo, didampingi 2 ponton dan 12 jeregen.


Di tengah perjalanan, sebuah tali pengikat ponton putus, namun hal itu dengan sigap diatasi para divers (penyelam) dengan menyambung tali kembali. 


Dibuatlah keputusan dengan memperpanjang jarak perahu dengan cor flat yang awalnya 5 meter menjadi 30 meter. Sedangkan replika Pinisi yang beratnya sekitar 250 kilo diikat dengan 2 drum plastik besar dan tetap dalam keadaaan seimbang hingga tiba di lokasi dengan jarak sekitar 10 meter dari perahu.


Saat prosesi penurunan dimulai, Abdul Rahman yang merupakan senior dan sekaligus intruktur divers yang memimpin para divers.


Cor Flat terlebih dahulu diturunkan dengan cara melepas ponton tapi tidak melepas jeregen agar Cor Flat dapat turun secara perlahan. Divers tetap mengawasi Cor Flat hingga sampai ke dasar laut dengan kedalaman 13, 6 meter.


Adapun penurunan berikutnya yaitu replika Pinisi menyerap metode lift bag dengan melepas udara yang terperangkap drum secara teratur. Drum telah didesain sedemikian rupa sehingga para divers dapat mudah mengontrol pelepasan dan pemasukan udara pada drum sehingga divers dapat membawa replika tersebut tepat di area Cor Flat.


Ketua panitia WTD, Imbang Perdana Sair menjelaskan bahwa para divers telah dibekali Training Camp untuk meminimalisir anggaran. 


"Bila kita menggunakan teknologi lift bag, harganya mahal. Oleh karena itu panitia mempelajari segala hal prinsip yang ada pada lift bag. Lalu panitia memodifikasi jegeren sehingga prinsipnya sama dengan lift bag," katanya menjelaskan, Rabu (23/9/2020).


Setelah Training Camp ini sukses, metode ini diterapkan. penyelam pun telah dibekali perfect buoyancy (kesempurnaan mengapung) sehingga penyelam leluasa bergerak di dalam air dan tetap aman.


Kesuksesan ini diharapkan mampu memajukan pendapat ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan wisata dan secara umum dapat menambah APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) Bulukumba karena hal ini akan meningkatkan kunjungan wisata ke Bira serta pengembangan spot diving yang berkelanjutan.(*)