Kisah Perjuangan Nenek Baden Yang Pindahkan Baliho Kacamatayya ke Depan Rumahnya

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Kisah Perjuangan Nenek Baden Yang Pindahkan Baliho Kacamatayya ke Depan Rumahnya

SULSEL LIMA
Tuesday, 27 October 2020

Bulukumba, sulsellima.com - Sebuah perjuangan dari nenek 70 tahun di Dusun Bilamporoa, Desa Bontotangnga Kecamatan Bontotiro mengundang decak kagum, dan rasa haru. Baju daster mereh bermotif menjadi penyaksi saat berjuang memindahkan baliho yang rebah sekitar 10 meter dari rumahnya. 


Baliho berukuran 6 meter persegi atau 2x3 itu milik pasangan Tomy Satria Yulianto dan H. Andi Makkasau nyaris menyentuh tanah karena miring tertiup angin. Melihat kejadian itu, Nenek Badeng yang sehari-harinya hanya sebagai petani, dengan rela hati memperbaiki. 


Karena kondisi tempat baliho yang tidak memungkinkan untuk dipasang kembali, ia pun memindahkan baliho tersebut seorang diri ke halaman rumahnya, sejauh 10 meter. 


Saat ditanya warga alasan memindahkan baliho tersebut ke depan rumahnya, Nenek Badeng mengaku jika baliho itu adalah milik Tomy Satria Yulianto. Orang yang dikenalnya sebagai wakil Bupati Bulukumba. 


"Ini balihonya pak wakil bupati. Saya tau pak Tomy. Selalu datang dikampungku," Ujarnya. 


Paung Baden pun mengaku mengenal Tomy  Satria Yulianto sebagai pribadi yang baik dan sederhana. Merakyat dan tidak membeda-bedakan. 


Kini baliho itu telah terpasang kokoh di depan rumahnya yang sederhana. Warga setempat pun memuji kerelaan hati nenek Badeng. 


Kejadian ini sempat mengundang tanya sejumlah TIM Kacamatayya di Kecamatan Herlang. Pasalnya, dimomen sama, Koordinator Kacamatayya Herlang melakukan pengecekan baliho disejumlah wilayah. 


"Saat itu saya memang keliling-keliling kampung memastikan baliho kita baik-baik saja. Saat saya berada di Dusun Bilamporoa, saya kaget, karena baliho kami hilang. Saya bertanya kepada warga setempat. Mereka pun menceritakan perjuangan Puang Baden memindahkan baliho ke halaman rumahnya, " Ujar Andi Ishak, Koordinator Kacamatayya Herlang. 


Andi Ishak turut terharu dan bahagia, perjuangan Tomy Satria dan Andi Makkasau untuk Bulukumba dimasa mendatang, mendapat restu dari semua kalangan, termasuk kalangan masyarakat di Desa desa. 


" Ini berkat doa doa masyarakat Bulukumba, sehingga banyak orang baik yang ingin berjuang bersama kami. Orang baik jangan dibiarkan berjuang sendiri. Terima kasih Puang Maden atas Keikhlasannya," Jelas Andi Ishak.(*)