Obrolan Paraikatte, Wagub Sulsel Cerita Pemimpin Inspirasi Hingga Pesan Bagi Pemuda

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Obrolan Paraikatte, Wagub Sulsel Cerita Pemimpin Inspirasi Hingga Pesan Bagi Pemuda

SULSEL LIMA
Wednesday, 28 October 2020

Makassar, sulsellima.com - Dalam rangka hari sumpah pemuda, TVRI Sulawesi Selatan melalui program Obrolan Paraikatte mengundang Tokoh Muda Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.


Andi Sudirman Sulaiman yang juga merupakan Wakil Gubernur Sulsel hadir membahas tema "Pemuda dan tantangan kepemimpinan".


Bersama host Inggrid Herman & Wahyudin Abubakar, Wagub Sulsel mengulas di masa muda harus memimpin Sulawesi Selatan yang disiarkan secara langsung (live).


Wagub Sulsel menambah catatan usia muda yang memimpin Sulsel di usia 37 tahun. Hal itu menjadi kiprah anak muda memegang amanah dalam memimpin Sulsel.


"Tidak ada perjuangan tanpa kerja keras hingga saya memilih kembali ke Sulsel, dan saya yakinkan diri saya bahwa saya harus bekerja untuk masyarakat Sulawesi Selatan," Kata Andi Sudirman Sulaiman.


Pemuda harus dapat di percaya dan punya nilai kepercayan. Dan kepercayaan (trust) adalah modal kepemimpinan.


"Saya balik pola berfikir tentang politisi, tidak perlu banyak menjanji, tapi apa yang bisa kita lakukan dan jangan mengucapkan apa yang tidak bisa kita kerjakan," jelasnya di Stasiun LPP TVRI, Rabu (28/10/2020).


Saat ditanyai seseorang inspirasi atau pemimpin idola, baginya, adalah Umar bin Abdul Aziz. Dimana kepemimpinannya dalam dua tahun, Umar bin Abdul Aziz hidup dengan sangat sederhana, tidak bermewah-mewah, bahkan tidak ada lagi warganya yang menerima zakat karena sudah sejahtera. 


"Di zamab beliau, bisa mensejahterakan rakyatnya, hewab saja sudah ada makanannya," ungkapnya


Di hari Sumpah Pemuda ini, dirinya berpesan "saya mengingatkan kepada pemuda, karena saat ini dalam kondisi pandemi Covid-19, butuh pendekatan teknologi, dan ruang-ruang ini akan ada bagi pemuda. Harapan saya, ciptakan solusi-solusi dengan pendekatan teknologi.  Para pemuda bisa bersinergi dan bersama-sama. Paling penting, dibutuhkan moral kepemimpinan," tegasnya.(*)