“Salah satunya adalah tanaman obat keluarga (toga). Selain itu bisa juga dikembangkan sayuran untuk kebutuhan sehari-hari bagi keluarga, hal ini selaras dengan program pencegahan stunting” ajak Ketua Tim Penggerak PKK Desa Balangtaroang Rismawati S,S.Pd.I.
Saat ini sudah ada beberapa contoh pengembangan tanaman toga di kebun milik PKK yang memanfaatkan pekarangan. Tanaman itu sebagai contoh dan motivasi bagi anggota dan pengurus lainnya untuk mengembangkan tanaman di halaman rumah masing-masing.
Pengembangan tanaman toga ini juga telah dilakukan ibu-ibu di Dusun Batu Menteng. Kader Dasawisma tersebut telah menerapkan memanfaatkan pekarangan untuk ditanami berbagai tanaman yang bermanfaat.
Ketua BPD Balangtaroang, Ermawati, S.Pd “Pemanfaatan toga sebagai salah satu poin penilaian dengan tujuan agar masyarakat bisa menjadikan toga sebagai obat alternatif. Selain itu juga bisa mengurangi ketergantungan dengan obat-obat kimia dan ,suplai sayur-sayuran”
Saya sangat setuju dengan kegiatan ini,agar ibu-ibu disamping menjalankan tugasnya sebagai IRT juga memiliki kesibukan tersendiri hingga tdk jenuh dan badan lebih sehat, pikiran segar apabila ada kegiatan sampingan, toh apa yg mereka lakukan nantinya berguna bagi keluarganya sendiri bahkan bisa berbagi kepada org di sekitarnya
Dengan menggerakkan warga memanfaatkan pekarangan, kaum ibu juga bisa lebih kreatif dalam kesehariannya. Mereka bahu membahu dan bekerjasama membangun lokasi sekaligus menanam bibit tanaman obat keluarga (toga) dan Sayuran.(Tim)