Wisata Mangrove Luppung di Tanam dari Bibit Lokal Unnggul
-->

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Wisata Mangrove Luppung di Tanam dari Bibit Lokal Unnggul

SULSEL LIMA
Sunday, 21 February 2021

Bulukumba, sulsellima.com - Peserta Kuliah Kerja Nyata Entrepreneur (KKN-E) angkatan XV Universitas Fajar (Unifa) Makassar kolaborasi Karang Taruna Buhung Barania Desa Manyampa gelar Webinar bertajuk Membangun Pariwisata Berbasis SDGs disponsori oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mutiara Manyampa, Minggu (21/2/2021)


Sustainable Development Goals (SDGs) terdiri dari 17 tujuan dengan 169 target, termasuk di dalamnya pariwisata di desa. Menghadirkan dua pembicara,Kepala Desa Manyampa, Abbas Madda yang juga Inisiator Mangrove Luppung Manyampa dan Tasman Ambar Mattuliang dari Tim Pengembangan Desa Anindhaloka Jakarta.



Abbas Madda mengaku bahwa Wisata Mangrove Luppung Manyampa ini berfungsi ganda, sebagai lahan konservasi penahan agar tidak terjadi abrasi dan sebagai sumber Pendapatan Asli Desa (PADes),

“Mangrove yang hari ini tumbuh rimbun itu di tanam dari bibit lokal dan telah mencapai 50.000 pohon dan terus dilakukan pengembangan,” tuturnya


Selain itu menurut Abbas, capaian hingga hari ini Mangrove menyelamatkan kuran lebih 30 Ha daera dari terjadinya abrasi. Selain pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA), pihak Pemerintah Desa (Pemdes) juga terus mengupayakan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM),

“Kami telah melaksanakan beberapa upaya berupa pelatihan untuk membekali warga khususnya ibu-ibu yang bermukim dekat di kawasan wisata,” jelasnya


Salah satu Aktivis Lingkungan Kiranamuzi seketika melakukan pemantauan kepadatan tanaman Mangrove Luppung Manyampa melalui bantuan google satelite,

“Saya perhatikan di satelite di sana memang pertumbuhan Mangrovenya cukup padat, dan yang paling perlu diingat lingkungan adalah nafas panjang didalamnya ada banyak kehidupan,” tegasnya yang mengaku tengah berada di Jawa Timur.,

Tasman Ambar Mattuliang lebih mengarah pada pengelolaan wisata berkelanjutan dengan memperhatikan berbagai aspek,

“Menjadi wilayah wisata maka tentu sebagai masyarakat perlu welcome (menyambut baik) para pengunjung, dan memperhatikan sisi lingkungan utamanya kebersihan,’ ujarnya


Diketahui komponen Wisata Mangrove Luppung Manyampa telah memiliki rumah informasi, track yang panjangnya kurang lebih 300 meter terbentang diantara pohon mangrove dan 4 gazebo yang masih dalam tahap perampungan.


Tim dari Universitas Fajar Makassar melaui Deputi Rektor I (DR I), Nur Khaerat Nur menyampaikan terimah kasih kepada kepala desa Manyampa yang telah menerima mahasiswa untuk berkegiatan,

“Kami merencanakan untuk berkunjung ke sana bersama tim supervisior lainnya,”


Mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN, Arman Jaya berharap kepada Pihak Universitas agar diadakan penandatanganan MoU sebagai mitra dalam pengembangan desa Manyampa, baik SDM dan SDA.

Inisiatif itupun direspon baik oleh Nur Khaerat, bahwa akan menindak lanjuti hal tersebut. Demikian pula Tasman sebagai bagian dari Anindhaloka siap menjadi mitra.


Menuju wisata desa percontohan diketahui membutuhkan biaya yang cukup,

“Kawasan wisata kami hanya mengandalkan Anggaran Dana Desa (ADD), sedangkan kita ketahui bahwa ada beberapa pengalokasian anggaran,” ungkap Kapala Desa dua periode itu


Sehingga membutuhkan waktu yang cukup untuk terus melakukan pengembangan untuk mewujudkan cita-cita sebagai objek percontohan.(*)