SULSELLIMA.Com | Aktual - Objektif - Berimbang Larangan Mudik Lebaran 2021, Masyarakat Pun Lakukan Modus Ini - SULSELLIMA.COM

Larangan Mudik Lebaran 2021, Masyarakat Pun Lakukan Modus Ini


JAKARTA
, SULSELLIMA.com - Mudik alias pulang kampung sudah menjadi tradisi turun-temurun yang dilakukan masyarakat Indonesia tiap jelang lebaran. Biasanya, tujuannya adalah untuk berkumpul, bertemu, dan bersilaturahim dengan keluarga di kampung halaman. 

Jelang Lebaran, kaum Urban berbondong-bondong kembali ke kampung halaman. Mereka mudik untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri. Tradisi mudik selalu jadi agenda tahunan yang menjadi sorotan.

Pemberlakuan larangan mudik Lebaran 2021, tak membuat masyarakat putus asa untuk mengunjungi kampung halaman. Berbagai siasat dilakukan untuk menuju kampung halaman. 

Ancaman Penjara Satu Tahun atau denda Rp 100 juta dan karantina 14 hari sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan Pasal 93, tak lantas membuat masyarakat gentar. 

Berbagai modus pulang kampung dilakukan masyarakat, salah satunya adalah dengan cara menghindari waktu pelarangan berlaku tersebut. Banyak dari para pemudik pulang sebelum tanggal yang sudah ditentukan pemerintah. 

Seperti salah seorang pegawai swasta dijakarta 'Andi Fitri Wahyuni'. Ia mudik dari jakarta kepalembang sehari sebelum puasa, tentu saja melalui protokol kesehatan yang berlaku. Fitri mengaku pulang untuk menemui Ibunya yang sudah dua tahun tidak pernah bertemu. Karena larangan mudik yang berlaku 6-17 mei, maka Fitri mengubah jadwal perjalanannya dengan cara menghindari waktu pelarangan tersebut. 

"Pemerintah terkesan plin-plan dalam menerapkan aturan mudik, sampai akhirnya ditetapkan 'dilarang mudik'. Sementara saya harus pulang kampung tahun ini, karena tahun kemarin saya tidak pulang, dan sudah hampir dua tahun saya belum ketemu ibu saya, bagaimana pun caranya,"tegas Fitri saat kami kompermasi melalui sambungan telpon (14/4/2021).

Bukan hanya Andi Fitri,  sejumlah pemudik nakal melakukan modus berbeda agar lolos dari pemeriksaan petugas kepolisian. termasuk mengangkut motor pakai truk.

Modus ini dilakukan untuk mengelabui petugas agar truk seolah-olah seperti mengangkut barang. Ada juga modus naik travel gelap, bersembunyi di toilet bus, menumpang di bagasi bus, menumpang di truk trailer, hingga menumpang bersama kambing,"kata Bupati Bogor Ade Yasin, dikutip dari tribunnews. 

Bukan hanya sekadar merayakan Lebaran, tradisi mudik di Indonesia dinilai memiliki kekhasan dibandingkan dengan negara lain yang juga punya tradisi serupa seperti China saat Imlek dan Amerika Serikat saat Natal.

Bagi sebagian umat muslim ketika Hari Raya Idul Fitri, mereka kembali ke kampung halaman sebagai ajang untuk menunjukkan kesuksesan.

Sosiolog Dwi Winarno menjelaskan, tradisi mudik di Indonesia mulai terjadi pada sekitar tahun 1970-1980-an, saat beberapa kota di Indonesia tumbuh menjadi kota besar. Kota-kota besar ini umumnya dibangun oleh para pendatang yang bermigrasi dari desa ke kota.

"Jadi, awal mulanya ketika mudik berbarengan hari raya, mereka mencari legitimasi sosial kesuksesan di kota besar dan ingin membangun persepsi sukses. Bahwa mereka mendapat pekerjaan, gaji yang besar, hidup yang mewah dibandingkan di desa," kata Dwi dikutip dari CNNIndonesia.


Reportase  : Andi Ross

Editor : Redaksi 1

Tags :

bm
Redaksi by: SULSELLIMA

Pemasangan Iklan/ Kerjasama/ Penawaran Event; Proposal dapat dikirim ke Email : sulsellima@gmail.com