SULSELLIMA.Com | Aktual - Objektif - Berimbang Berikut Urutan 8 Makanan Khas Suku Bugis Sulawesi Selatan Yang Wajib Ada Ketika Hari Raya Lebaran - SULSELLIMA.Com | Berita Sulsel Aktual - Objektif - Berimbang

Berikut Urutan 8 Makanan Khas Suku Bugis Sulawesi Selatan Yang Wajib Ada Ketika Hari Raya Lebaran

SULSELLIMA.com - Lebaran merupakan memon yang paling ditungu-tunggu bagi umat muslim setelah melakukan ibadah puasa sebulan penuh.  Yang paling ditunggu juga adalah makanan khas lebaran. Meski diindonesia makanan khas yang terkenal adalah Opor Ayam dan Ketupat namun disetiap daerah mempunyai makanan khas sendiri yang tidak kalah lezatnya. 


Seperti suku Bugis di Sulawesi Selatan, mempunyai deretan makanan yang wajib ada ketika hari raya lebaran. 


Berikut urutan 8 makanan khas suku Bugis Sulawesi Selatan yang wajib ada ketika hari Raya Lebaran. 


1. BURAS atau BURASA.  Buras, adalah makanan urutan paling pertama  harus ada dimeja makan keluarga suku Bugis ketika hari raya lebaran.  Buras terbuat dari beras biasa,  dipadu degan santan kental dibungkus daun pisan kemudian dikukus. Biasanya disajikan bersama Coto Makassar atau Nasu Manu Likku. Makanan ini sangat mudah dijumpai dihari-hari biasa. 


2. SAWA atau BAMPALO.  Sawa, adalah makanan wajib diurutan kedua setelah buras, biasanya masyarakat suku Bugis menyajikan buras bersama sawa, dimana ada buras pasti ada sawa. Sawa sendiri terbuat dari beras ketan putih atau pun hitam. Seperti buras, sawa juga diolah dengan memakai santan kental kemudian dikukus sehingga menciptakan rasa khas yang sangat gurih. Makanan ini hanya bisa dijumpai ketika hari raya lebaran dikeluarga suku Bugis. 


3. NASU MANU LIKKU.  (Masakan ayam lengkuas). Makanan ini adalah makanan wajib dirutan ketiga harus ada dimeja makan ketika hari raya lebaran dikeluarga suku Bugis. Diolah degan berbahan dasar bumbu lengkuas menjadikan salah satu makanan yang sangat berbeda dan memberikan cita rasa yang tinggi. Potongan daging ayam dimasak dengan lengkuas muda, sereh, santan dan terakhir ditambah dengan kelapa sangrai untuk kekentalan dan wangi yang khas. Makanan ini hanya bisa dijumpai ketika hari raya lebaran. 


4. COTO MAKASSAR. Makanan ini adalah ikon kuliner makanan khas sulawesi selatan. Selain makanan khas, juga salah satu makanan favorit keluarga suku bugis ketika hari raya lebaran, menjadikan Coto makassar berada diurutan keempat. Masakan ini kaya akan rempah-rempahnya sehingga terasa gurih, lezat dan kuahnya kental. Makanan ini mudah sekali dijumpai dihari-hari biasa. 


5. BAJABU atau ABON. Lauk pelengkap ini berada diurutan kelima. Terbuat dari ikan dan parutan kelapa yang sudah disangrai, kemudian diolah menjadi Bajabu atau Abon. Bajabu kelapa ini biasanya digandengkan dengan buras. Bagi mereka yang tidak mengkonsumsi daging-dagingan, Bajabu kelapa ini adalah alternatif penggati lauk pauk yang sangat lezat. biasanya hanya dapat dijumpai di meja makan keluarga masyarakat suku Bugis ketika hari raya lebaran tiba.


6. GAMBANG atau TAPE. Makanan pelengkap ini berada diurutan keenam pada sajian keluarga suku Bugis saat lebaran. Tape atau gambang yang dimaksud adalah terbuat dari beras ketan hitam, bukan singkong yang diragi. Orang Bugis biasa menyebutnya gambang. Biasanya tape ini dibuat dua hari sebelum hari lebaran, sehingga tepat di hari lebaran, beras ketan sudah terfermantasi dengan sempurna.


7. BARONGKO. Kue barongko adalah juga salah satu kue tradisional khas dari suku Bugis. Menjadikannya berada diurutan ketuju. Berbahan dasar pisang. Pisang yang digunakan adalah yang sudah matang/masak. Umumnya jenis pisang digunakan adalah pisang kepok. Barongko ini sangat enak dinikmati baik ketika panas maupun dingin. Makanan ini mudah sekali dijumpai dihari-hari biasa. 


8. BEPPA atau KUE KERING.  Ini juga termasuk sajian wajib ada ketika hari raya lebaran dikelurga suku Bugis. Meski berada diurutan kedelapan namun kue kering ini menjadi ikon hari raya lebaran. kue kering ini terdiri dari berbagai macam bentuk dan rasa. Harga diri atau status sosial masyarakat suku Bugis terlihat dari seberapa mewahnya suguhan kue-kue tersebut berjejer dengan berbagai macam bentuk toples diatas meja. bermaksud untuk memberikan kesan pertama oleh para tamu. Tidak heran jikan ibu-ibu rela merogok kantong jutaan rupiah untuk membeli bahan pembuatan kue ini. Kue ini juga bisa dujumpai dihari-hari biasa. 


Artikel : andi Ross Are

Tags :

bm
Redaksi by: SulselLima.com

Pemasangan Iklan/ Kerjasama/ Penawaran Event; Proposal dapat dikirim ke Email : sulsellima@gmail.com

Post a Comment