SULSELLIMA.Com | Aktual - Objektif - Berimbang Heboh Bayi Meninggal Dengan Leher Terjahit, Begini Faktanya - SULSELLIMA.COM | MELIHAT INDONESIA DARI SULSEL

Heboh Bayi Meninggal Dengan Leher Terjahit, Begini Faktanya

BULUKUMBA, SULSELLIMA.COM - Kabar bayi lahir dengan kondisi bagian tubuh dan kepala nyaris terputus menggemparkan warga Bulukumba, Sulsel.


Mengani kondisi ini, pihak managemen RSUD H. Andi Sultah Dg Radja angkat bicara. Humas RS, Andi Ayatullah Ahmad menyampaikan klarifikasi.

Andi Ayatullah mengaku, jika pihak petugas medis telah melakukan yang terbaik sesuai dengan SOP dalam menangani pasien

“Jadi hasil pemeriksan USG, detak jantung janin sudah tidak ada. Sehingga dokter menindaki dengan normal atau induksi persalinan demi keadaan terbaik bagi ibunya,” kata Andi Ayatullah.

Andi Ayyatullah Ahmad mengatakan pasien juga dirujuk bukan untuk tindakan persalinan.

Hal sama dikatakan Hj Andi Asniar Siri SPOG, yang menangani langsung perawatan pasien tersebut.

“Saya melakukan sesuai SOP. Ini jauh lebih memberikan keuntungan bagi ibunya. Dapat mengurangi resiko infeksi kita pertahankan fungsi reproduksi ibunya,” ungkap dr Asniar.

Terkait keadaan leher bayi terputus, dr Asniar mengaku telah melakukan jahitan sebagai bentuk menghormati etika.

“Bayi sudah meninggal lebih 48 jam. Sehingga akan mengalami kedaan kelainan dan pembusukan, kalau dikeluarkan bagian tubuh bisa mudah terputus, karena memang semua jaringan sudah kelainan. Kita jahit karena menghormati etika,” paparnya.

Terkait permintaan persalinan caesar, pihaknya melakukan normal sesuai SOP.

“Karena kematian janin tidak boleh buru-buru. Bukan emergency, kita mau keadaan terbaik bagi ibunya,” katanya

Sebelumnya telah beredar informasi bahwa seorang bayi meninggal dunia saat proses persalinan di RSUD Andi Sultan Dg Radja, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Informasi itu itu menyebut bahwa bayi lahir dengan kondisi memprihatinkan, leher hingga lengan diduga putus. ***

Tags :

bm
Redaksi by: SULSELLIMA

Pemasangan Iklan/ Kerjasama/ Penawaran Event; Proposal dapat dikirim ke Email : sulsellima@gmail.com