<
BREAKING NEWS

Sat Polairud Selayar Perketat Pengawasan Laut, Tak Temukan Kasus Illegal Fishing

BULUKUMBA, SULSELLIMA.COM - Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Kepulauan Selayar mencatat sejumlah penanganan kasus hukum di wilayah perairan dari Januari hingga Juli 2025. Meski tidak ditemukan laporan resmi terkait praktik illegal fishing maupun aktivitas destruktif lainnya, pengawasan laut terus ditingkatkan.


Kepala Sat Polairud, Iptu Amat Soedachlan, menegaskan bahwa pihaknya tetap siaga menghadapi potensi pelanggaran hukum di wilayah perairan yang sangat luas dan strategis.

“Di antaranya, kami menangani satu kasus pelayaran tanpa izin di wilayah Taman Nasional Takabonerate, serta satu dugaan tindak pidana umum yang kini masih dalam proses penyelidikan,” kata Iptu Amat dalam keterangan pers, Kamis (31/7).

Ia juga menyebut satu perkara lain terkait dugaan perdagangan biota laut dilindungi, yakni Lola Merah. Namun, penyelidikan kasus tersebut dihentikan setelah dipastikan aktivitas tersebut telah mengantongi izin resmi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Meski belum ditemukan indikasi illegal fishing sepanjang tahun berjalan, Sat Polairud tetap aktif melaksanakan patroli dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah dan aparat keamanan lainnya.

“Wilayah laut kita sangat potensial. Maka deteksi dini dan pendekatan pencegahan menjadi prioritas utama,” tegas Iptu Amat.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kelestarian lingkungan laut dan mencegah terjadinya eksploitasi yang merusak ekosistem.

Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, memberikan apresiasi terhadap kinerja Sat Polairud yang tetap sigap meski tidak ada laporan pelanggaran besar.

“Kami tidak boleh lengah. Justru ketika tidak ada pelanggaran, saat itulah pengawasan harus diperkuat,” ujar AKBP Didid.

Ia menekankan pentingnya patroli terpadu dan sinergi lintas sektor. Kolaborasi antara Polairud, TNI AL, BKSDA, Balai Taman Nasional Takabonerate (BTNTB), serta partisipasi masyarakat dianggap kunci menjaga keberlanjutan sumber daya laut.

“Ekosistem laut adalah aset hidup masyarakat pesisir. Menjaganya berarti menjamin masa depan ekonomi dan lingkungan Selayar,” tambah Kapolres.***

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image