Stok Beras Nasional Tembus Rekor 5 Juta Ton, BULOG Klaim Ketahanan Pangan Kian Kuat
BULUKUMBA, SULSELLIMA.COM - Pemerintah mencatat tonggak baru dalam pengelolaan pangan nasional setelah stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum BULOG menembus angka 5 juta ton.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menyebut capaian tersebut sebagai yang pertama dalam sejarah Indonesia. Berdasarkan data per 23 April 2026 pukul 08.55 WIB, total stok beras nasional tercatat mencapai 5.000.198 ton.
“Ini adalah pertama, tidak pernah terjadi sepanjang sejarah,” ujarnya saat meninjau gudang BULOG.
Lonjakan stok ini mencerminkan tingginya serapan beras dalam negeri, di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional. Namun, peningkatan tersebut juga membawa konsekuensi pada kapasitas penyimpanan. Sejumlah gudang BULOG dilaporkan telah terisi optimal, sehingga perusahaan pelat merah itu mulai memanfaatkan gudang tambahan melalui skema sewa.
Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan pihaknya terus mengantisipasi lonjakan stok dengan pengelolaan logistik yang lebih fleksibel, sembari menjaga kualitas beras tetap terjamin.
Di tingkat daerah, BULOG Cabang Bulukumba menyatakan kesiapan untuk mendukung distribusi dan stabilisasi pangan di wilayahnya, yang mencakup Bulukumba, Bantaeng, Sinjai, Jeneponto, hingga Kepulauan Selayar. Hingga saat ini, stok CBP di wilayah tersebut tercatat lebih dari 47.000 ton dalam kondisi aman.
Kapasitas pergudangan di wilayah ini juga dilaporkan telah terisi optimal, mencerminkan tingginya realisasi penyerapan hasil produksi petani lokal.
Pemerintah berencana memanfaatkan cadangan beras tersebut melalui sejumlah program strategis pada 2026, termasuk Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga harga tetap terjangkau, serta program bantuan pangan bagi masyarakat rentan.
Koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya juga terus diperkuat guna memastikan distribusi berjalan lancar, sekaligus menekan potensi inflasi pangan di daerah.
Dengan cadangan yang kini berada tertinggi, BULOG menyatakan optimisme bahwa stabilitas pasokan dan harga beras dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional dalam jangka panjang.***