Jalan Tani TMMD 128 Selayar Bangkitkan Harapan Baru Petani Batangmata Sapo
SELAYAR, SULSELLIMA.COM – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan Kodim 1415/Selayar di Kelurahan Batangmata Sapo terus menuai apresiasi dari masyarakat. Salah satunya datang dari tokoh masyarakat sekaligus praktisi hukum Kabupaten Kepulauan Selayar, Jamaluddin.
Menurut Jamaluddin, pembangunan akses jalan tani sepanjang 3,3 kilometer yang menjadi sasaran fisik TMMD diyakini mampu menghidupkan kembali potensi pertanian dan perkebunan warga yang selama ini sulit dijangkau akibat keterbatasan akses.
“Dengan adanya pembukaan jalan tani ini, produktivitas petani tentu akan meningkat. Masyarakat lebih mudah mengakses lahan pertanian dan perkebunan, termasuk dalam pengangkutan hasil panen dan aktivitas pertanian lainnya,” ujar Jamaluddin.
Ia menjelaskan, pembukaan ruas jalan menuju kawasan Pantai Timur Batangmata Sapo sebenarnya telah lama menjadi harapan masyarakat. Namun berbagai kendala membuat program tersebut baru dapat terealisasi melalui TMMD ke-128 Kodim 1415/Selayar tahun ini.
Menurutnya, jalan tani tersebut melintasi ratusan hektare perkebunan kelapa dan lahan tidur yang dulunya pernah menjadi pusat swasembada jagung dan ubi kayu masyarakat.
“Jalan ini melintasi ratusan hektare perkebunan kelapa dan lahan tidur yang dulunya pernah menjadi pusat swasembada jagung dan ubi kayu masyarakat. Karena itu, warga sangat mendukung program TMMD ini,” katanya.
Selain pembangunan jalan tani, Jamaluddin juga mengapresiasi program lain dalam TMMD, seperti rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembangunan fasilitas ibadah yang dinilai sangat menyentuh kebutuhan masyarakat.
Ia menuturkan kawasan pertanian di Pantai Timur Batangmata Sapo memiliki tingkat kesuburan tanah yang sangat baik. Lahan yang sudah lama tidak tergarap disebut masih menyimpan unsur hara melimpah dan sangat potensial untuk pengembangan tanaman pangan, khususnya jagung yang kini menjadi tanaman pendamping dalam program prioritas daerah “Gemerlap”.
“Lahan di sana sangat menjanjikan. Sudah lama tidak digarap, sehingga kandungan unsur haranya masih sangat baik untuk tanaman pangan,” jelasnya.
Jamaluddin juga menggambarkan perubahan sosial masyarakat Batangmata Sapo. Dahulu, sebagian besar warga menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan. Namun kini, banyak generasi muda memilih merantau dan bekerja di sektor lain setelah berhasil menempuh pendidikan tinggi.
“Orang tua dulu bekerja keras di kebun demi menyekolahkan anak-anak mereka. Sekarang banyak yang sudah sukses di pemerintahan maupun swasta, sehingga kebun-kebun itu mulai ditinggalkan karena tidak lagi sempat digarap,” ungkapnya.
Meski demikian, ia berharap kehadiran TMMD menjadi titik awal bangkitnya kembali sektor pertanian masyarakat di Batangmata Sapo.
“Kami berharap TMMD ke depan bisa kembali dilaksanakan di daerah ini agar kualitas jalan tani semakin baik dan akses masyarakat menuju lahan pertanian serta perkebunan semakin mudah,” harapnya.
Di akhir keterangannya, Jamaluddin menyampaikan rasa terima kasih kepada Dandim 1415/Selayar, Yudo Harianto, atas pelaksanaan program TMMD di kampung mereka.
“Kami masyarakat sangat berterima kasih kepada Dandim 1415/Selayar. Melalui TMMD, akses jalan tani yang selama bertahun-tahun sulit dilalui kini kembali terbuka dan sangat membantu masyarakat,” tutupnya.***