Dapur Gizi Ujung Bulu Resmi Beroperasi, 47 Warga Direkrut dan 2.000 Jiwa Disasar
BULUKUMBA, SULSELLIMA.COM – Suasana di Jalan Nenas, Kelurahan Loka, mendadak riuh pada Senin, 4 Mei 2026. Aroma masakan yang menyeruak di antara deru kendaraan menjadi penanda dimulainya operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujung Bulu Loka #002 di bawah naungan Yayasan Gizitama Sehati Harmonis.
Peresmian fasilitas ini bukan sekadar seremoni. Di balik berdirinya unit pelayanan tersebut, tersimpan harapan baru bagi peningkatan gizi masyarakat sekaligus penguatan ekonomi lokal di Kecamatan Ujung Bulu.
Yayasan Gizitama Sehati Harmonis tidak hanya menghadirkan program pangan, tetapi juga membuka peluang kerja. Hingga saat ini, sebanyak 47 warga lokal telah direkrut untuk mengelola operasional dapur gizi tersebut. Sementara itu, sekitar 2.000 jiwa di wilayah sekitar diproyeksikan menjadi penerima manfaat langsung.
Wakil Bupati Bulukumba, Andi Edy Manaf, yang hadir meninjau lokasi, memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menilai kehadiran SPPG merupakan bentuk nyata kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi langkah ini karena mampu membuka lapangan kerja bagi warga lokal. Kami juga berharap kegiatan sosial bagi masyarakat kurang mampu terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Selain aspek ketenagakerjaan, SPPG Ujung Bulu Loka #002 juga mengedepankan penggunaan bahan pangan lokal. Inisiator yayasan, Syahwan Maarif, menegaskan bahwa operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) melibatkan petani dan pelaku usaha mikro di Kabupaten Bulukumba.
“Kami memberdayakan petani lokal dan UMKM untuk memasok kebutuhan dapur. Bahan baku kami ambil dari hasil produksi daerah sendiri,” katanya.
Pendekatan ini dinilai mampu menciptakan efek berantai bagi perekonomian masyarakat. Petani dan pedagang memperoleh kepastian pasar, sementara warga mendapatkan akses terhadap makanan bergizi yang segar dan berkualitas.
Program ini juga diharapkan dapat mendukung upaya penurunan angka stunting di daerah. Dengan mengintegrasikan pemenuhan gizi dan pemberdayaan ekonomi, SPPG Ujung Bulu Loka #002 dipandang sebagai model pembangunan berbasis komunitas.
Ke depan, keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi pelayanan dan keterlibatan berbagai pihak. Jika berjalan optimal, inisiatif ini berpotensi menjadi contoh bagi wilayah lain di Sulawesi Selatan.
Bagi warga Kelurahan Loka, kehadiran dapur gizi ini menjadi lebih dari sekadar fasilitas baru. Ia menjadi simbol harapan—bahwa kebutuhan gizi anak-anak dapat terpenuhi, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.***