Jaga Kebathinan dan Stabilitas Masyarakat, Kapal Pesiar Coral Adventur Batal Masuk ke Bulukumba

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Jaga Kebathinan dan Stabilitas Masyarakat, Kapal Pesiar Coral Adventur Batal Masuk ke Bulukumba

SULSEL LIMA
Monday, 9 March 2020
sulsellima.com Bulukumba- Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Sulsel akhirnya membatalkan penerimaan kapal pesiar Coral Adventurer Cruisse untuk berlabuh di kalurahan Tanah Beru, Kecamatan Bontotiro, kabupaten Bulukumba.

Rencana kedatangan kapal pesiar itu di Butta Panrita Lopi akhirnya ditunda setelah dilakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait di Kantor Bupati Bulukumba, Senin 9 Maret yang dipimpin Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto.

Kapal pesiar yang sedianya berlabuh pada 11 maret mendatang itu akhirnya melanjutkan perjalanannya ke destinasi berikutnya.

Kedatangan kapal pesiar tersebut juga mendapat penolakan oleh warga sepetempat dengan alasan, kekhawatiran akan adanya penyebaran virus utamanya Corona yang sedang marambak publik saat ini.

Tomy Satria usai memimpin rapat mengaku, pada prinsipnya pemerintah daerah dan pemangku kepentingan telah melakukan suatu pertimbangan yang cukup panjang.

"Kita di Bulukumba adalah satu kabupaten yang sedang menggenjot sektor wisata kita. Dan kita tahu bahwa kedatangan kapal pesiar itu dimaksudkan untuk mendorong marketing kita bagaimana melihat Bulukumba sebagai destinasi pariwisata yang luar biasa. Namun di tengah pandemi global tentang virus Corona membuat kegamangan dan trauma warga hingga akhirnya kita meminta agar program kapal pesiar yang dihuni kurang lebih 44 wisatawan kita tunda sampai pandemi global virus corona ini bisa ditangani bersama, " Ujar Wabup Berkacamata itu.

Pihaknya bahkan  telah kerjasama dengan Syahbandar Bulukumba untuk berkoordinasi dengan operator Kapal Pesiar Coral Advnture, agar kapal tersebut  tidak lagi berada di perairan Bulukumba.

" Karena ini program dinas pariwisata, maka kami  mengatakan ini ditunda. Program ini sebetulnya telah direncanakan sejak 1 tahun lalu untuk mendoro akselerasi pariwisata di Bulukumba," Katanya.

Penundaan ini kata Tomy Satria, demi menjaga kebathinan dan stabilitas masyarakat Bulukumba dengan tidak menerima kedatangan kapal pesiar tersebut.

" Dari pada membangun sugesti dalam bahasa kesehatan akan menurunkan imunitas kesehatan warga, maka demi kebaikan kita semua maka kami minta untuk tidak merapat," Jelasnya.

Tomy menekankan, Terdapat dua keputusan penting yang dihasilkan dari rapat koordinasi itu. Yakni, menunda kunjungan kapal pesiar Coral Adventurer  sampai masalah penyebaran virus Corona bisa diatasi. Dan, Pemkab Bulukumba akan membuat pernyataan dalam bentuk surat bahwa saat ini Pemkab  Bulukumba belum bisa menerima kapal pesiar Coral Adventurer Cruisse untuk bersandar di wilayah Kabupaten Bulukumba sampai masalah virus Corona bisa diatasi dunia.(*)