Perjuangan Guru di Bulukumba di Tengah Wabah Corona, Tempuh Jarak Jauh Demi Datangi Rumah Siswa

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Perjuangan Guru di Bulukumba di Tengah Wabah Corona, Tempuh Jarak Jauh Demi Datangi Rumah Siswa

SULSEL LIMA
Tuesday, 9 June 2020
sulsellima.com Bulukumba - Salah satu Guru di bulukumba ini terus berjuang mengajar muridnya di tengah pandemi corona, meski harus mendatangi rumah mereka satu persatu. Pandemi corona membuat berbagai aktivitas sekolah menjadi dialihkan dari rumah. Segala aktivitas pembelajaran di lakukan melalui media online dan tak harus tatap muka secara langsung.

Tapi, meski pemerintah sudah mengimbau semua aktivitas pendidikan untuk dilakukan dari rumah, nyatanya hal ini tak berlaku bagi guru sekolah dasar (SD) rela mendatangi rumah-rumah siswanya. Ini dilakukan agar siswanya bisa belajar dan memantau perkembangan belajar secara langsung yang bernama Rosmawati (45) guru kelas 4 SD Negeri 230 Palambarae Kecamatan gantarang, kabupaten bulukumba, sulawesi selatan. Ia terpaksa harus mendatangi muridnya dari rumah ke rumah untuk mengajar.

sebagai seorang guru, Rosmawati tak pantang menyerah untuk tetap mengajar murid-muridnya meski harus mendatangi rumah mereka satu persatu. Rosmawati mengaku hal Ini dilakukan agar siswanya bisa belajar dan memantau perkembangan belajar secara langsung.

" Waktu mengetahui ada model belajar dari rumah dan menggunakan online saya tanya ke wali murid. Rupanya tidak banyak dari mereka yang punya telpon pintar,"ujar ibu guru itu

Rosmawati pun, berinisiatif untuk mendatangi rumah siswa dan membimbing langsung di rumah para siswa.

pagi ia seorang guru mendatangi rumah siswa menggunakan mobil yang diantar langsung oleh suaminya untuk menjalankan misi mulia itu. perempuan paruh baya itu menempuh perjalanan sekitar kurang lebih 15 kilometer menuju rumah siswa. Tak ada pamrih di benaknya. perempuan paruh baya itu hanya menginginkan siswanya benar-benar bisa belajar.

Perjuangannya itu disambut antusias oleh murid maupun orang tua murid. Dalam proses mengajar, Orang tua siswa pun merasa sangat terbantu dengan inisiatif yang dilakukan oleh ibu guru Ros. Mengingat orang tua juga sibuk mencari naskah, sehingga sulit membantu anaknya selama belajar di rumah.

Anti orang tua siswa mengatakan kewalahan ketika harus mengajari syahda dan syakina, mulai dari hal-hal yang sederhana seperti membaca dan berhitung.

"saya  merasa kerepotan menghadapi tingkah laku mereka yang terkadang menjengkelkan, dan susah untuk diajak belajar. saya merasakan betapa susahnya mendidik anak-anak, disitu dapat dirasakan betapa beratnya tanggung jawab seorang guru untuk dapat memastikan anak didiknya dapat mengikuti pembelajaran dengan baik sehingga menjadi anak yang pandai. Selama ini profesi guru sering dianggap sepele oleh sebagian orang," ucap Anti. (Sakril)