Bercerita Tentang Masa Lalu, Deng ical : Warga Tidak Boleh Kehilangan Harapan

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Bercerita Tentang Masa Lalu, Deng ical : Warga Tidak Boleh Kehilangan Harapan

SULSEL LIMA
Sunday, 4 October 2020

sulsellima.com, Makassar - Calon Wali Kota Makassar nomor urut 3, Syamsu Rizal memanfaatkan masa kampanye di Kelurahan Cambayya, Kecamatan Ujung Tanah. 


Pada kesempatan ini, Deng Ical sapaan akrab Syamsu Rizal datang membawa harapan (hope).


"Kendati kita tinggal di Lorong, tergolong warga miskin, tapi kita tidak boleh kehilangan harapan. Karena kerja keras dan doa bisa mengubah nasib,” kata mantan penjabat Wali Kota Makassar ini.


Ia lalu mengambil contoh dirinya. Anak dari seorang bapak yang tidak dikenal. Tidak punya jabatan yang mentereng. Pernah tinggal di Lorong Jalan Kelapa 3. Lalu pindah tinggal ke Minasa Upa. 


“Tapi Alhamdulillah, saya pernah jadi anggota DPRD Makassar, pernah jadi Wakil Wali Kota Makassar dan sekarang mencalonkan diri sebagai calon Wali Kota Makassar. Jadi saya yang anak lorong asli karena tinggal di Lorong, ternyata bisa karena menjaga harapan,”ungkapnya 


Untuk itu, ia berharap, tidak ada warga Makassar yang kehilangan harapan. Meski tergolong miskin, harus tetap kerja keras dan terus berdoa. Apalagi, dalam situasi pandemic covid-19 seperti sekarang ini.


“Pemerintah harus hadir memastikan kebutuhan sembakonya terpenuhi, Pendidikan dan kesehatannya terpenuhi, serta harapan-harapannya ke depan,” kata Deng Ical.


Motivasi tertingginya menjadi Wali Kota Makassar juga diungkapkan. Selain membuka jalan bagi mereka yang bukan keturunan pejabat, juga karena menjadi wali kota itu adalah ladang pengabdian.


“Dulu saya merasa, sudah cukup dengan menjadi pengusaha. Hidup enak dan tenang tanpa memikirkan banyak hal. Tapi rupanya, panggilan jiwa untuk bermanfaat bagi banyak orang membuat saya kembali ke politik,” imbuhnya.


Untuk itu, atas bantuan dan dukungan warga Makassar, ia siap mengabdikan diri. Ia siap bekerja untuk mengembalikan kejayaan Kota Makassar yang pernah menjadi bandar perdagangan dunia.(Indra)