Gelombang Kedua Covid-19 Landa Sulawesi Selatan, Rumah Sakit Kewalahan “Efek dari masyarakat yang mulai gemar liburan”

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Gelombang Kedua Covid-19 Landa Sulawesi Selatan, Rumah Sakit Kewalahan “Efek dari masyarakat yang mulai gemar liburan”

SULSEL LIMA
Monday, 21 December 2020

Sulsellima.com - Direktur Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Arman Bausat mengatakan, dampak gelombang ke-2 ini sangat besar. Ia khawatir efek dari masyarakat yang mulai gemar liburan.

Sehingga jumlah kasus pasien positif Covid-19 baru bertambah jumlahnya.

"Sepertinya masyarakat tidak takut lagi. Padahal protokol kesehatan tetap harus jadi pegangan. Jangan sampai kita abai akan masalah ini," tambah Arman.


Sementara, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Diskes Sulsel, Husni Thamrin menambahkan pelayanan Wisata Duta Covid-19 juga terus mengalami kenaikan. Saat ini ada total 478 orang yang dirawat di empat hotel yang disediakan oleh Satgas Covid-19 Sulsel.


"Rencana kita mau tambah lagi. Karena seperti Swiss-belhotel sudah hampir penuh. Kemungkinan kami tambah dua lagi karena kasus masih terus terjadi peningkatan sampai hari ini," bebernya.


Kasus Covid-19 di Sulawesi Selatan meningkat. Pasien yang terinfeksi virus tersebut mulai tak tertampung di rumah sakit.

Data Satgas Covid-19 Nasional, menyebutkan khusus Sulsel, ada 312 kasus terkonfirmasi positif baru per 13 Desember 2020.

Jumlah kasus ini menempatkan Sulsel pada poisi 5 besar peningkatan pasien positif baru.

Hal tersebut membuat rumah sakit mulai kewalahan. Di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi, saat ini ada 78 pasien terkonfirmasi positif. Harus mendapat perawatan intensif. Jauh meningkat ketimbang sehari sebelumnya yang hanya berkisar 30 kasus.

Direktur RSKD Dadi, Arman Bausat mengaku saat ini memang ada peningkatan pesat. Persis sama seperti awal naiknya kasus Covid-19 beberapa bulan sebelumnya.


Penulis : Ummu Kaltsum (Mahasiswa UINAM)