Dari Krisis Air ke Asa Baru, TMMD Ke 128 Selayar Bangun Sumur Bor untuk Warga Tamalanrea
SELAYAR, SULSLELIMA.COM - Akses air bersih selama ini menjadi persoalan yang terus membayangi warga Desa Tamalanrea, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, terutama saat musim kemarau tiba. Keterbatasan sumber air memaksa masyarakat mengeluarkan tenaga dan waktu lebih hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun kini, secercah harapan mulai muncul melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 yang dilaksanakan oleh Kodim 1415/Selayar. Salah satu fokus kegiatan tersebut adalah pembangunan sumur bor yang diharapkan mampu menjadi solusi atas persoalan mendasar warga.
Meski masih dalam tahap pengerjaan, kehadiran sumur bor ini telah membawa optimisme baru bagi masyarakat. Infrastruktur tersebut menjadi simbol perubahan yang tengah diupayakan guna menghadirkan akses air bersih yang lebih layak dan merata.
Setiap tahapan pembangunan menunjukkan komitmen kuat personel TMMD dalam mendukung kesejahteraan warga. Proses pengerjaan tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga menonjolkan semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat setempat.
Sub Koordinator kegiatan, Pelda Yusuf Sonda, menegaskan bahwa dukungan dari Dandim 1415/Selayar serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama kelancaran program ini.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan yang terus diberikan. Ini menjadi semangat bagi kami di lapangan untuk bekerja maksimal,” ujarnya.
Kebersamaan tersebut tampak nyata di lapangan. Warga tidak sekadar menunggu hasil pembangunan, tetapi turut ambil bagian dalam proses pengerjaan, mencerminkan kuatnya nilai gotong royong yang menjadi fondasi pembangunan desa.
Walau belum sepenuhnya rampung, dampak program TMMD mulai dirasakan. Harapan akan kemudahan akses air bersih kini semakin dekat, membawa perubahan positif bagi kehidupan masyarakat Desa Tamalanrea.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, TMMD di wilayah ini menjadi wujud nyata upaya menumbuhkan harapan dan memperkuat solidaritas sosial. Dari sumur bor yang tengah dibangun, tersimpan harapan besar akan masa depan yang lebih baik.
Dari Tamalanrea, satu pesan mengemuka: harapan tak harus menunggu akhir—ia tumbuh sejak langkah pertama dimulai.***