Generasi Muda Lebih Mengenal Influencer Daripada Tokoh-Tokoh Pahlawan RI

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Generasi Muda Lebih Mengenal Influencer Daripada Tokoh-Tokoh Pahlawan RI

SULSEL LIMA
Tuesday, 20 October 2020

Sulsellima.com - Generasi Muda Indonesia merupakan penerus cita-cita perjuangan bangsa. Sebagai generasi muda mereka memiliki peran dalam mengisi dan mempertahankan kemerdekaan sebagai perwujudan dari sikap nasionalisme mereka. Nasionalisme merupakan sikap kecintaan terhadap tanah air dan bangsa, dalam semangat nasionalisme terkandung sikap bangga terhadap bangsa dan bertanah air Indonesia, sikap rela berkorban untuk bangsa dan Negara dan sikap mengutamakan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi atau golongan.


Namun realita di zaman sekarang generasi muda Indonesia mengalami kemunduran atas sikap nasionalisme mereka. Generasi muda sekarang bisa dikatakan sangat dekat dengan internet, mereka cenderung di kesehariannya dihadapkan dengan internet karena hampir seluruh individu mulai dari balita hingga remaja memiliki ponsel. Sehingga kegiatan merka tidak lepas dari YouTube, Social Media, TV Streaming, Game Onlie, dan media massa sejenis yang berbasis internet. Hal tersebut berubah menjadi kebiasaan lumrah sehari-hari. Dari kebiaasan tersebut generasi muda akan mengalami kemunduran akan sikap Nasionalisme mereka.


Dekat dengan teknologi memang memiliki dampak yang sangat postif jika dipergunakan dengan semestinya dan dikelola dengan baik, namun teknologi juga bisa menjadi musuh terbesar dalam memerangi generasi muda  apabila tekhnologi tersebut tidak dipergunkan dengan baik. Di generasi zaman teknologi ini para generasi muda menghabiskan lebih  banyak waktunya dalam sehari untuk bermain ponsel dari pada belajar dan membaca buku, kebanyakan anak-anak usia dini hingga remaja jauh lebih mengenal apa dan siapa saja yang terdapat dalam aplikasi media dalam ponsel dari pada mengenal siapa-siapa sajakah pahlawan nasional mereka yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa. Hal ini terjadi karena kebiasaan pada generasi muda yang hanya menghabiskan waktu untuk streaming YouTube, TikTok, Sosial Media, Game Onlie dan Lainnya yang didalamnya hanya berisi konten-konten yang tidak mengandung nilai pebelajaran sejarah untuk meningkatkan nasionalisme, melaikan kebanyakan isi konten konten dimedia sekarang hanya berisi problema dan kisah-kisah hidup mewah para artis dan influencer. Kebanyakan dari isi konten konten media social berisi hiburan musik, lawakan, candaan yang membuat para generasi muda berfikir dan bercita-cita  untuk menjadi mereka.


Salah satu vloger bernama Bejamin master Adhisurya melakukan social experiment( eksperimen sosial)  terhadap generasi muda sekarang di rentan jenjang pendidikan SD sampai SMP. Dia melakukan tes untuk mengetahui sejauh mana mereka mengenal tokoh pahlawan. Vloger tersebut melakukan tes dengan menunjukkan foto-foto para artis dan para influencer terkenal di media social. Dan hasilnya saat mereka di perlihatkan foto- foto para artis dan influencer tersebut mereka langsung mengenalinya tanpa berfikir lama atau dengan spontan mereka langsung menyebut nama-nama artis dan influencer yang di tunjukan oleh vloger tersebut dengan benar. Dan mirisnya ketika mereka di perlihatkan foto-foto para Tokoh penting dan  Pahlawan seperti foto ibu R.A Kartini,  K.H Abdurrahman Wahid dan lainnya mereka kebingungan dan menjawab salah nama bahkan mereka menjawab tidak tahu dan tidak mengenal para Tokoh-tokoh tersebut.


Eksperimen tersebut menunjukkan bahwa keadaan generasi muda saat ini sudah mengalami kemunduran dari sikap nasionalisme mereka. Mereka lebih mengenal tokoh-tokoh artis dan influencer yang selalu muncul di media dan menjadi topik bahasan hangat dalam media online. Hal itu terjadi karena mereka lebih dekat dengan internet dari pada kegiatan pembelajaran yang lebih produktif untuk meningkatkan sikap nasionalisme mereka. Realita sekarang menujukkan kondisi para generasi muda mengalami degradasi moral, terlena dengan kesenangan yang ada pada technology dan lupa tanggung jawab mereka sebagai agen perubahan bangsa. Tataran moral, social dan akademik generasi muda tidak mencerminkan kepada masyarakat sebagai kaum terpelajar, kebanyakan dari mereka banyak yang berorientasi pada hendonisme (berhura-hura), tidak banyak yang peka terhadap kondisi sosial masyarakat saat ini, terlebih dalam urusan akademik juga banyak pelajar yang tidak menyadari bahwa mereka adalah insan akademis yang dapat memeberikan pengaruh besar dalam perubahan kemajuan bangsa.


Untuk mengatasi masalah sekarang ini pihak-pihak yang mendorong perubahan bangsa perlu sadar bahwa merekalah yang membantu perubahan genarasi muda dengan memeberikan arahan serta kebiasaan yang lebih baik, pihak-pihak itu adalah orang tua, guru/dosen dan pihak-pihak media online. Orang tua dan guru berperan untuk tidak membiasakan generasi muda untuk terus menggukan intrnet untuk hal-hal yang tidak penting, dan memberikan pengetahuan untuk menimbulkan rasa nasionalisme yang kuat. Serta pemerintah dan pihak-pihak media online dapat lebih sering menyisipkan ke media terkait perjuangan perjuangan dan pengenalan para tokoh pahlawan agar supaya generasi muda mengenal dan mengetahui jasa-jasa mereka dengan begitu dapat membangkitkan rasa nasionalisme mereka.

Penulis : Fahrul.H (Mahasiswa akuntansi UINAM)