Mencintai Produk Lokal Untuk Memulihkan Ekonomi

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Mencintai Produk Lokal Untuk Memulihkan Ekonomi

SULSEL LIMA
Wednesday, 4 November 2020

Sulsellima.com - Semenjak dunia dihadapkan dengan pandemic Virus Corona atau disingkat Covid-19, hal tersebut mengakibatkan berbagai negara mengalami kondisi yang sangat sulit. Selain menyebabkan banyak kematian, masyarakat juga harus kehilangan pekerjaannya karena banyaknya perusahaan yang melakukan PHK akibat dari kerugian yang dialami oleh perusahaan tersebut. Tak hanya itu, Perekonomian di berbagai negara juga bahkan nyaris jatuh ke dalam jurang resesi.


Untuk mengembalikan perekonomian, berbagai negara khususnya di Indonesia mulai mengambil langkah dengan melakukan pembukaan aktivitas ekonomi di tengah pandemic Covid-19. Menurut sejumlah pakar ekonomi, hal tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi.


Berbagai upaya juga telah dilakukan pemerintah untuk memperbaiki perekonomian pascapandemic Covid-19. Salah satu cara yang dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) adalah dengan mengajak masyarakat untuk membeli produk lokal baik itu produk usaha mikro kecil maupun menengah (UMKM). Hal ini dinilai memiliki efek yang bagus dalam memperbaiki perputaran ekonomi dalam negeri dan juga untuk menyelamatkan perekonomian dari resesi.


Teten Masduki juga menjelaskan bahwa daya beli masyarakat saat ini sangat terbatas. Hanya saja jika belanja domestik fokus di sektor UMKM, nilai transaksi perdagangan tidak akan lari ke luar UMKM. Selain dari itu, karena menurutnya investasi juga masih akan sulit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga ekonomi domestik ini dipandang mampu untuk memperbaiki perekonomian ini.


Teten menyebutkan bahwa ada dua sumber ekonomi domestik. Pertama, yaitu belanja pemerintah dan kedua adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memprioritaskan produk UMKM, dengan total anggaran mencapai Rp 307 triliun.


Dari kedua cara ini pemerintah telah berulangkali melakukan kampanye yaitu melalui program “Mencintai Produk Lokal”. Tujuannya adalah selain ikut memajukan perkembangan barang sendiri juga sebagai upaya dalam memperkuat ekonomi di tanah air khususnya di masa pandemic ini.


Terpuruknya ekonomi dalam negeri di tengah pandemic Covid-19 ini memang diakibatkan oleh konsumsi masyarakat yang anjlok. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, bahwa pada kuartal I tahun ini konsumsi rumah tangga hanya tumbuh sebesar 2,83%.

Kemudian, pada kuartal selanjutnya bahkan tumbuh minus 5,51% dan menyebabkan laju ekonomi terkontraksi yaitu sebesar 5,32%. Hal ini karena konsumsi rumah tangga merupakan penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) dari sisi pengeluaran.


Akibat dari rendahnya konsumsi rumah tangga, hal tersebut berimbas pada merosotnya pendapatan UMKM. Survei Katadata Insight Center (KIC) periode 8-15 Juni 2020 terhadap 206 UMKM di Jabodetabek menyatakan bahwa sebesar 93,4% berdampak negatif saat pandemic. Mayoritas (63,9%) omzetnya menurun lebih dari 30%. Sebaliknya, hanya 1,6% yang omzetnya meningkat lebih dari 30%.


Sementara itu, kontribusi UMKM terhadap PDB mencapai 57,8% pada 2018 menurut data BPS. UMKM juga menyerap 116.978.631 pekerja atau 97% dari total tenaga kerja Indonesia. Sehingga, dengan membangkitkan kinerja memang akan sangat menentukan pemulihan ekonomi Nasional.


Akan tetapi, karena kecenderungan masa lalu masyarakat yang selalu bangga dengan produk-produk luar, di era kebiasaan baru ini menyebabkan  produk lokal menjadi bukan pilihan oleh masyarakat. Hal tersebut karena produk luar yang dianggap lebih memiliki daya tarik tersendiri dibanding produk lokal yang hanya itu-itu saja.


Sehingga, jika pemerintah ingin meningkatkan penjualan produk dalam negeri maka sangat penting menjaga pasar untuk seluruh produk dari serbuan asing. Dengan melakukan peningkatan kualitas produk lokal oleh produsen maka produk akan semakin diminati dan dipercaya konsumen dalam negeri. 


Caranya bisa dengan terus memacu inovasi, pengemasan, dan kontrol kualitas sebelum menjangkau pasar.

Selain menjaga pasar, pemerintah juga perlu untuk memperkuat ekosistem bagi produk-produk dalam negeri. Termasuk dengan memberi akses pasar pada e-commerce. Karena, tanpa adanya ekosistem yang baik maka akan sangat sulit untuk memacu pertumbuhan konsumsi. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Yusuf bahwa melalui e-commerce,  exposure terhadap produk lokal akan lebih besar dan ini tentunya merupakan hal yang baik jika ingin mendorong konsumsi produk lokal.


Prof Rully juga mengharapkan agar penggunaan dan mengkonsumsi produk dalam negeri ini merupakan panggilan hati dan menjadi komitmen masyarakat itu sendiri. "Komitmen inilah yang bisa membuat ekonomi kita bisa hidup kembali," ujar Prof Rully.  Bagi Prof Rully, ini adalah kesempatan bagi kita untuk menata kembali ekonomi nasional dan ekonomi lokal dengan memproduksi produk-produk yang selama ini tergantung pada produk impor.


Ada banyak manfaat yang akan negara ini dapatkan jika seluruh masyarakat bersama-sama mencintai produk lokal. Di antaranya adalah untuk menambah jumlah investasi dalam negeri, meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara, meningkatkan jumlah lapangan kerja, produksi dalam negeri meningkat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menambah jumlah pendapatan Nasional.


Jika bukan kita siapa lagi?, untuk menyelamatkan perekonomian dan mengembalikan perekonomian negara Indonesia, maka perlu adanya kesadaran bagi kita semua untuk membeli dan mengkonsumsi produk lokal kita sendiri.  Karena kondisi perekonomian negara yang sedang terpuruk akibat dari pandemic Covid-19 maka sudah sepatutnya kita sadar dan menumbuhkan rasa nasionalisme dengan mencintai buatan negara kita sendiri yaitu produk lokal Indonesia.


Penulis : Kartini Kahar (Mahasiswa Akuntansi UIN Alauddin Makassar)